Senin, 18/01/2021 11:00 WIB

Sistem Kesehatan Gaza Mulai Kewalahan oleh Covid-19

Peningkatan tajam infeksi virus corona di Jalur Gaza dapat membanjiri sistem medis kantong Palestina yang sangat sedikit minggu depan.

Kendaraan lapis baja Israel disiagakan di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada 13 November 2019. (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Penasihat Kesehatan Masyarakat Gaza, Abdelraouf Elmanama menilai, peningkatan tajam infeksi virus corona di Jalur Gaza dapat membanjiri sistem medis kantong Palestina yang sangat sedikit minggu depan.

Gaza, di mana populasi padat dan miskin sebanyak 2 juta orang rentan terhadap penularan, telah mencatat 14.000 kasus virus corona dan 65 kematian, sebagian besar sejak Agustus.

"Tujuh puluh sembilan dari 100 ventilator Gaza telah digunakan oleh pasien COVID-19, kata Abdelraouf Elmanama, seorang ahli mikrobiologi yang merupakan bagian dari satuan tugas pandemi daerah kantong.

"Dalam 10 hari, sistem kesehatan tidak akan mampu menyerap kenaikan kasus seperti itu dan mungkin ada kasus yang tidak akan mendapat tempat di unit perawatan intensif," katanya, menambahkan bahwa tingkat kematian 0,05% saat ini di antara pasien COVID-19. bisa bangkit.

Penguasa Islamis Hamas di Gaza sejauh ini telah memberlakukan satu kuncian. Blokade Israel yang sudah berlangsung lama, yang didukung oleh negara tetangga Mesir, telah melumpuhkan ekonomi Gaza dan merusak perangkat kesehatan publiknya.

Israel mengatakan pihaknya berusaha untuk mencegah senjata mencapai Hamas, yang telah berperang dalam tiga perang dan fasilitas yang dihantamnya pada Minggu pagi sebagai pembalasan atas peluncuran roket Palestina terhadap salah satu kota selatannya.

"Kami tidak memberikan Hamas kelonggaran meski di tengah virus korona. Kami akan terus merespons sebagaimana mestinya," kata menteri kabinet Israel Izhar Shay.

Tetapi Shay mengatakan Israel memungkinkan bantuan kemanusiaan internasional untuk mencapai Gaza. "Ini adalah tingkat yang dapat kami pertahankan dalam konteks virus korona."

Abdelnaser Soboh, pemimpin kesehatan darurat di sub-kantor Organisasi Kesehatan Dunia di Gaza, memperingatkan bahwa "alam seminggu, Gaza tidak akan mampu menangani kasus-kasus kritis.

Tingkat infeksi di antara mereka yang diuji adalah 21%, dengan peningkatan relatif pada karier di atas usia 60 tahun, katanya.

"Ini adalah indikator yang berbahaya karena sebagian besar (mereka yang berusia di atas 60) mungkin perlu dirawat di rumah sakit," tambah Soboh.

TAGS : Virus Corona Jalur Gaza Alat Kesehatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :