Rabu, 25/11/2020 23:30 WIB

Pompeo akan Kunjungi UEA Bahas Transfer Senjata

Rencana administrasi Trump menjual senjata senilai $23,3 miliar ke Abu Dhabi, termasuk pesawat F-35 dan sistem udara tak berawak, memicu kemarahan para legislator di Washington, DC, yang mencoba menghentikan transfer tersebut.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Mike Pompeo (Foto: via Financial Tribune)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara AS dan Uni Emirat Arab (UEA), serta hubungan baru negara Teluk itu dengan Israel.

Diberitakan, Pompeo akan bertemu dengan Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang sering dianggap sebagai penguasa de facto, untuk membahas kesepakatan UEA-Israel dan masalah lain yang menjadi perhatian bilateral termasuk kerja sama keamanan dan melawan pengaruh Iran.

"Selama pemerintahan Trump, hubungan AS dan UEA telah tumbuh lebih dalam dan lebih luas daripada sebelumnya," kata Pompeo dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Aljazeera, Sabtu (21/11).

Tetapi rencana administrasi Trump menjual senjata senilai $23,3 miliar ke Abu Dhabi, termasuk pesawat F-35 dan sistem udara tak berawak, memicu kemarahan para legislator di Washington, DC, yang mencoba menghentikan transfer tersebut.

Penjualan senjata itu dilakukan setelah UEA setuju untuk menormalkan hubungan dengan Israel dalam kesepakatan yang ditengahi menjelang pemilihan AS.

UEA adalah salah satu dari tiga negara Arab yang melakukannya dalam beberapa bulan terakhir, dengan Bahrain dan Sudan juga mengumumkan kesepakatan dengan Israel atas perintah pemerintahan Trump.

Senator Demokrat Chris Murphy dan Bob Menendez dan Senator Rand Paul, mengkritik penjualan senjata kepada pemerintah EUA dan mengajukan empat resolusi bersama bipartisan yang berusaha menghentikan kesepakatan itu.

Para senator mengatakan mereka takut negara Teluk akan menggunakan senjata itu dalam pelanggaran hukum internasional.

"Emirat adalah mitra keamanan yang penting, tetapi perilaku mereka baru-baru ini mengindikasikan bahwa senjata-senjata ini mungkin digunakan melanggar hukum AS dan internasional," kata Murphy dalam sebuah pernyataan.

"Penjualan sebesar ini dan konsekuensi ini tidak boleh terjadi di hari-hari memudarnya kepresidenan yang lemah, dan Kongres harus mengambil langkah-langkah untuk menghentikan transfer senjata yang berbahaya ini," tambahnya.

Tetapi UEA tetap menjadi salah satu sekutu terkuat AS di Timur Tengah, bersama Israel dan Arab Saudi, karena berusaha untuk menambah tekanan pada Iran.

Pemerintahan Trump telah mencoba mencetak poin politik di dalam negeri dengan menengahi kesepakatan normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel.

Kesepakatan itu telah ditolak oleh para pemimpin Palestina sebagai penghinaan terhadap hak-hak mereka dan memperkuat kendali Israel atas wilayah pendudukan.

TAGS : Mike Pompeo Amerika Serikat Uni Emirat Arab Kekuatan Iran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :