Sabtu, 28/11/2020 08:21 WIB

Menlu Retno Desak DK PBB Hentikan Kekerasan di Afghanistan

Sejumlah negara juga menyampaikan penghargaan terhadap peran Indonesia dan Jerman selama ini sebagai negara penjuru pembahasan agenda Afghanistan di DK PBB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P Marsudi menyinggung pemberdayaan perempuan dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) Palestina dalam Sidang HAM PBB. (Foto: Kemenlu)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menghentikan kekerasan di Afghanistan, yang korbannya mencapai lebih dari 6.000 orang tahun ini.

"Kita harus segera bertindak dan tidak bisa lagi menunggu. Kekerasan di Afghanistan harus dihentikan karena hanya akan mengikis upaya perdamaian dan kepercayaan di antara rakyat Afghanistan," tegas Retno pada pertemuan Arria Formula DK PBB mengenai Proses Perdamaian di Afghanistan, yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (20/11).

Menlu Retno menekankan pentingnya proses perdamaian di Afghanistan yang Afghan-owned dan Afghan-led, serta menempatkan masyarakat Afghanistan sebagai sentralnya.

Karena itu, dalam mewujudkan perdamaian di Negara Asia Selatan itu, Menlu Retno mendorong masyarakat internasional untuk meningkatkan kontribusinya dalam membantu proses perdamaian di Afghanistan.

Menurutnya, peningkatan bantuan internasional dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di lapangan, meningkatkan kapasitas Pemerintah, sekaligus menopang ekonomi masyarakat Afghanistan.

Selain itu, Menlu Retno juga mendorong agar sinergi antara berbagai Lembaga PBB semakin diperkuat agar bisa lebih membantu proses perdamaian di Afghanistan.

"Sinergi ini tidak hanya penting menciptakan situasi yang kondusif di lapangan, tapi juga untuk melindungi kelompok rentan, termasuk dalam hal pemberdayaan perempuan. Seluruh lapisan masyarakat harus dilibatkan dalam proses rekonsiliasi dan pembangunan negeri," kata Retno.

Menlu Retno lebih lanjut menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus mendukung Afghanistan, sampai tercapainya perdamaian yang telah didambakan masyarakan Afghanistan.

Negara-negara peserta pertemuan menyampaikan dukungan terhadap proses perdamaian yang inklusif di Afghanistan dan mengecam kekerasan yang terus berlangsung.

Sejumlah negara juga menyampaikan penghargaan terhadap peran Indonesia dan Jerman selama ini sebagai negara penjuru pembahasan agenda Afghanistan di DK PBB.

Pertemuan Arria Formula DK PBB ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan DK PBB dan komunitas internasional guna mendukung negosiasi perdamaian Afghanistan dan memastikan stabilitas dan perdamaian di Afghanistan.

Dalam pertemuan Arria Formula ini, Indonesia merupakan salah satu co-sponsor pertemuan bersama dengan Afghanistan, Estonia, Jerman, Finlandia, Norwegia dan Qatar.

TAGS : Pemerintah Indonesia Retno Marsudi DK PBB Kekerasan di Afghanistan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :