Selasa, 24/11/2020 16:19 WIB

Pencarian Harun Masiku Masih Nihil, ICW Minta KPK Libatkan Novel Baswedan

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa penyidik Novel Baswedan yang telah menangkap tiga buronan sebelumnya perlu dilibatkan dalam pencarian Harun Masiku.

Penyidik KPK, Novel Baswedan

Jakarta, Jurnas.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk libatkan penyidik senior KPK, Novel Baswedan dalam pemburuan buronan tersangka Harun Masiku.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa penyidik Novel Baswedan yang telah menangkap tiga buronan sebelumnya perlu dilibatkan dalam pencarian Harun Masiku.

"Sebagai alternatif, mungkin Tim yang berhasil meringkus Nurhadi, Rezky, dan Hiendra dapat diberdayakan untuk dapat segera meringkus Harun Masiku," kata Kurnia melalui keterangan tertulis, Jumat (30/10).

Novel bersama timnya sudah menangkap tiga buronan tersebut atas kasus dugaan suap terkait pengaturan sejumlah perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA) itu.

Dimana, Nurhadi merupakan Sekretaris Mahkamah Agung MA, menantunya Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).

Selain itu, tim yang bertugas untuk mencari tersangka kasus suap terhadap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan itu belum membuahkan hasil.

Kurnia berharap Pimpinan KPK segera evaluasi tim satgas yang bertugas mencari Harun Masiku. Jika tidak, Kurnia menduga adanya pihak internal yang sengaja melindungi tersangka.

"Jika tidak dilakukan evaluasi terhadap tim yang mencari Harun Masiku, maka diduga keras ada beberapa pihak di internal KPK yang ingin melindungi buronan tersebut," ujarnya.

Penting diketahui, Harun Masiku telah menjadi buronan KPK selama 9 bulan sejak 27 Januari 2020. Dimana, hingga saat ini belum ada titik terang terkait pencarian Harun.

Harun ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemberian suap terhadap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, namun meninggal dunia.  Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.

TAGS :




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :