Selasa, 24/11/2020 16:36 WIB

Konsolidasi Suahrso Pakai Private Jet, Anggota Majelis Pakar PPP Pertanyakan dari Mana Uangnya

Menyewa pesawat pribadi tidak murah. Biayanya sangat mahal.

Konsolidasi Suharso Monoarfa, jelang Muktamar PPP

Jakarta, Jurnas.com - Jelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), suasana internal PPP semakin memanas karena masing-masing kandidat ketua umum sudah tidak malu-malu lagi unjuk gigi ke publik.

Calon inkumben Suharso Monoarfa dikabarkan sudah melakukan roadshow ke daerah-daerah. Teranyar, Plt ketum PPP itu mengunjungi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam menggunakan private jet.

Informasi itu dibenarkan Anggota Majelis Pakar PPP, Nizar Dahlan. Kata dia, kunjungan Suharso ke Medan dan Aceh menggunakan pesawat jet pribadi. Foto Suharso dan DPP turun dari pesawat pribadi itu beredar di grup whatsapp.

Di dalam foto itu, Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arsul Sani sedang disambut oleh pengurus PPP daerah dan diberikan slempang hijau.

"Ini Ketua umum PPP menyewa Pesawat Ke Medan dan Aceh urusan Partai, dari mana uangnya. Harus dijelaskan," ujar Nizar, dalam keterangan tertulis diterima jurnas.com, Kamis (29/10/2020).

Diapun mempertanyakan apakah memakai uang partai, dana kementerian, atau dana pribadi. Kader dan umat harus mengetahui dengan jelas dana apa yang dipakai untuk menyewa pesawat pribadi.

Ditegaskan Nizar, untuk menyewa pesawat pribadi tidak murah. Biayanya sangat mahal. "Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan. Plt ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi."

Melihat tingkah laku caketum seperti ini, kata Nizar, sangat tidak simpati dan empati terhadap penderitaan kader PPP dan masyarakat yang sedang kesusahan untuk membiayai kebutuhan hidup.

Terpisah, Ketua Organizing Committee Muktamar PPP Amir Uskara mengatakan dirinya tidak tahu dana dari mana yang digunakan Suharso menyewat jet private tersebut. Sebab, kata dia, dirinya hanya mengurus persiapan Muktamar partai berlambang ka`bah tersebut.

"Kalau saya cuma mempersiapkan dari sisi ke panitiaan. Kalau persoalan calon masing-masing itu saya kira itu di luar domain saya untuk mengomentari," kata Amir saat dihubungi wartawan, Kamis (29/10/2020).

Kendati demikian, Amir yakin Suharso tidak menggunakan dana partai karena dana partai dipegang oleh Bandara Umum PPP.

"Tapi yang pasti saya kira kalau dana DPP (PPP) masih dikendalikan oleh bendahara. Jadi kalau dari DPP saya kira tidak mungkin, kalau yang lain-lain saya kira tidak tahu dari mana (duitnya)," tandasnya.

Amir juga berharap Muktamar yang akan berlangsung di Makasar, 19 Desember 2020 mendatang, menghasilkan Ketua Umum yang dapat mengembalikan kejayaan PPP pada Pemilu 2024 yang akan datang.

"Mudah-mudahan bisa menghasilan Ketum yang bisa mengangkat kembali citra dan martabat PPP untuk kembali jadi pemenang dalam pemilu 2024. Pasti tujuannya kita ke sana," tutupnya. 

Sementara itu, Sekjend PPP Arsul Sani enggan menanggapi konsolidasi Suharso yang menggunakan jet pribadi tesebut. 

"Kalau urusan pak Suharso jangan tanya saya. Tanyakan langsung ke orangnya," ujar Arsul saat dihubungi, Rabu (28/10/2020)

TAGS : Suharso Monoarfa Partai Persatuan Pembangunan Ketua Umum Muktamar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :