Jum'at, 27/11/2020 00:44 WIB

Teropong Democracy Award 2020, Cari Bintang Penuntun Demokrasi

Dalam kondisi yang rumit itu, teladan demokrasi amat dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa demokrasi Indonesia ke arah yang diharapkan bersama.

Teropong Democracy Award 2020

Jakarta, Jurnas.com - Pandemi Covid-19 serta sejumlah isu perundang-undangan dinilai menjadi musabab yang mempengaruhi dinamika demokrasi. Dalam kondisi yang rumit itu, teladan demokrasi amat dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa demokrasi Indonesia ke arah yang diharapkan bersama.

Gagasan itu disampaikan Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Rihad Wiranto, dalam event nasional Teropong Democracy Award (TDA) 2020 yang diselenggarakan media Teropong Senayan secara virtual, Rabu, 28 Oktober 2020. Dia menuturkan, selama 2020, ketahanan demokrasi di Indonesia diuji oleh sejumlah tantangan yang sempat menimbulkan gejolak.

"Ketahanan demokrasi sangat terkait dengan keberhasilan mewujudkan komitmen berdemokrasi. Maka, penyelenggara negara berikut juga masyarakat sipil perlu mengawal demokrasi. Jika tidak, maka bisa berdampak buruk terhadap ketahanan demokrasi," kata Rihad.

Meski begitu, lanjut Rihad, patut diakui selama ini ada beberapa sosok maupun golongan yang `diam-diam` maupun terang-terangan berupaya membangun jalan demokrasi yang terarah. Hal itu semata-mata demi mewujudkan ketahanan demokrasi yang sejak 1945 menjadi dambaan sistem politik di Indonesia.

Upaya mereka dalam berkontribusi dan mempertahankan demokrasi ditunjukkan dalam kapasitasnya masing-masing baik secara eksekutif, legislatif, dan bahkan independen. Atas dasar itu, apresiasi dirasa perlu diberikan agar komitmen mempertahankan demokrasi dipandang sebagai ikhtiar yang harus terus-menerus dilakukan.

"Pada gilirannya, ketahanan demokrasi juga sangat bergantung pada sukses atau gagalnya demokrasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga negara," ujar Rihad.

Pada ajang penghargaan yang disemarakkan bersama dengan Hari Sumpah Pemuda ini, Rihad mengatakan sejumlah sosok dan kelompok partai politik masuk ke dalam daftar "Teladan Demokrasi 2020" yang dipersembahkan oleh Teropong Senayan.

"Apresiasi ini berangkat dari kesadaran berdemokrasi yang belakangan mendapat tantangan besar, serta selain sebagai cara mempromosikan nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan ini," tuturnya.

"Teladan demokrasi merupakan suatu kebutuhan karena demokrasi mendorong munculnya eksplosi harapan untuk kehidupan lebih baik, khususnya di negara-negara yang relatif baru dalam menerapkan demokrasi seperti Indonesia," imbuh Rihad.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendapatkan penghargaan `Rising Star of Democracy` dalam acara Anugerah Teropong Democracy Award 2020, yang diselenggarakan oleh Teropong Senayan. Sebagai pemegang `palu sakti` konstitusi di MPR RI, penghargaan tersebut menjadi `cambuk` bagi Bamsoet untuk menjaga demokrasi sebagai jalan utama suksesi kekuasaan sesuai periodesasinya. 

"Terlepas dari pasang surut, demokrasi memastikan suksesi kepemimpinan berjalan damai. Tanpa perpecahan apalagi pertumpahan darah. Karenanya, tak boleh ada makar apalagi perebutan tongkat kepemimpinan nasional yang tak sesuai konstitusi. Siapapun yang ingin melakukan makar, kudeta, maupun tindakan inkonstitusional, akan berhadapan dengan MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan yang selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta penjaga konstitusi dan keberagaman bangsa" ujar Bamsoet saat menerima penghargaan `Rising Star of Democracy`, secara virtual dari Bali, Rabu (28/10/20). 

Acara penganugrahan yang di hadiri secara virtual oleh Wakil Presiden RI Prof Dr Maruf Amin dan para tokoh bangsa lainnya berjalan lancar dan khimat meskipun secara online.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, pasang surut demokrasi di Indonesia bisa terlihat dari besaran angka indeks demokrasi yang diolah dari tiga aspek. Yakni kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi. 

"Sebagai gambaran, Indeks Demokrasi Indonesia selama kurun waktu antara tahun 2009 hingga 2020 telah mengalami penurunan empat kali. Yakni pada tahun 2010, tahun 2012, tahun 2015, dan tahun 2016. Sedangkan pada awal Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Demokrasi Indonesia berada di angka 74,92 atau meningkat dari tahun 2019 sebesar 72,39," jelas Bamsoet. 

Berikut daftar peraih penghargaan Teropong Democracy Award 2020 versi Teropong Senayan:

A. Kategori Nasional Figure

1. KH. Ma`ruf Amin (Wakil Presiden RI)
2. Sudirman Said (Sekjen PMI/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia periode 2014-2016)
3. Abraham Samad (Ketua KPK periode 2011-2015)


B. Kategori Voices Of Democracy

1. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
2. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
3. Fraksi Partai Demokrat
4. Fraksi Partai Amanat Nasional


C. Kategori Hope of Democracy

1. Jazuli Juwaini (Anggota Komisi I DPR RI)
2. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI)
3. Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta)


C. Kategori Best Freedom of Speech

1. Lamhot Sinaga (Anggota Komisi VI DPR RI)
2. Irwan (Anggota Komisi V DPR RI)
3. Yorrys Raweyai (Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua)
4. Benny K. Harman (Anggota Komisi III DPR RI)
5. Herman Khaeron (Anggota Komisi VI DPR RI)
6. Syariefuddin Hasan (Wakil Ketua MPR RI)
7. Alien Mus (Anggota Komisi IV DPR RI)
8. Yaqut Cholil Qoumas (Wakil Ketua Komisi II DPR RI)
9.Mardani Ali Sera (Anggota Komisi II DPR RI)


E. Kategori Rising Star of Democracy

1. Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI)
2. Benny Rhamdani (Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia)
3. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat)
4. Ahmad Syaikhu (Anggota Komisi V DPR RI)

TAGS : Teropong Democracy Teladan Demokrasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :