Jum'at, 04/12/2020 21:02 WIB

Kuartal III, Blue Bird Rugi Rp157 Miliar

Sepanjang Januari hingga September 2020, pendapatan bersih Blue Bird pun Rp1,55 triliun.

PT Blue Bird Tbk memberikan apresiasi kepada 30 pengemudinya yang dinilai berprestasi dengan pembuatan cerita inspiratif dan pemberian asuransi senilai Rp200 juta selama 3 tahun.

Jakarta, Jurnas.com - Imbas dari pandemi Virus Corona (Covid-19), Kuartal III tahun 2020, PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih mencatat rugi Rp157,95 miliar atau minus 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp229,76 miliar.

Sepanjang Januari hingga September 2020, pendapatan bersih Blue Bird pun Rp1,55 triliun. Besaran tersebut turun 47,5% dari Rp2,96 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Walaupun begitu, selama kuartal III-2020 ini, Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan sebesar 51% dibandingkan kuartal II-2020. Di mana, pendapatan bersih kuartal III-2020 naik 51% ke Rp401,55 miliar dibandingkan Rp265,86 miliar di kuartal II-2020.

Kenaikan pendapatan Perseroan diiringi dengan cost management yang lebih baik terbukti dengan gross profit margin di kuartal III-2020 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal II sebesar minus 0,5%. EBITDA Perseroan di kuartal III juga naik tajam dari sebelumnya Rp7,5 miliar di kuartal II-2020 menjadi Rp69,1 miliar di kuartal III-2020.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo mengatakan, dengan kinerja yang berhasil dicapai pada kuartal III-2020 ini, perseroan telah berhasil melewati situasi terburuk. Hal ini membuat pihaknya lebih optimistis dalam menatap proyeksi di masa yang akan datang.

"Peningkatan pendapatan yang berhasil kami raih pada masa pandemi dan PSBB menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan terhadap layanan Bluebird, dimana kami senantiasa menjaga dan terus meningkatkan layanan sebagai penyedia jasa transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (28/10/2020).

Performa perseroan di kuartal III ini merupakan pembuktian bahwa Perseroan berada dalam trajektori recovery yang solid, meskipun di September Jakarta sempat kembali memberlakukan PSBB ketat.

Recovery yang terjadi di kuartal III tahun ini membuktikan bahwa layanan Blue Bird masih dibutuhkan dan sangat relevan dengan kebutuhan akan transportasi yang aman, nyaman, dan higienis di masa pandemi ini.

Salah satu kunci keberhasilan recovery Perseroan adalah kemampuan Blue Bird untuk memberikan layanan yang mempraktekkan protokol kesehatan yang ketat. Perseroan juga menunjukkan langkah efisiensi pengeluaran yang terjadi di seluruh lini Perseroan, dimana total Opex pada kuartal III-2020 berada di angka Rp118 miliar, merupakan angka terendah sejak kuartal I-2019.

 

 

TAGS : Blue Bird Covid-19 Pendapatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :