Senin, 30/11/2020 02:14 WIB

Beberapa Negara Timteng Seru Boikot Produk Prancis

Sejumlah warga Mesir di media sosial menyerukan boikot produk Prancis 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron ikut serta dalam upacara tradisional Lily of the valley di istana Elysee, Paris, pada 1 Mei 2020. (Fot: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah warga Mesir di media sosial menyerukan boikot produk Prancis setelah komentar yang dibuat oleh presiden Prancis menyusul pembunuhan seorang guru sekolah pada 16 Oktober.

Dilansir Middleeast, Rabu (28/10), Samuel Paty dipenggal dalam serangan teroris yang mengerikan setelah dia menunjukkan karikatur Nabi Muhammad (saw) kepada murid-muridnya di Prancis.

Sebagai tanggapan, Prancis menutup sebuah masjid terkemuka, menutup kelompok bantuan Muslim, dan membela apa yang dikatakannya sebagai haknya untuk membuat karikatur nabi Islam.

Pada hari-hari setelah pembunuhan Paty, dua wanita Muslim ditikam di samping Menara Eiffel.

Emmanuel Macron memposisikan dirinya sebagai pembela sekularisme Prancis dan hak atas kebebasan berbicara, dengan mengatakan dia ingin membangun Islam di Prancis yang bisa menjadi Islam Pencerahan.

Dia mengatakan akan melawan separatisme Islam" dan menyebut Islam berada dalam krisis di seluruh dunia saat ini.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyarankan lorong makanan etnis di supermarket harus ditutup.

Sebagai tanggapan, pengguna media sosial menerbitkan daftar merek Prancis dan meminta konsumen untuk memboikotnya dan meminta perang ekonomi melawan Prancis.

Jaringan supermarket di Mesir, 4 Shopping Mall di Kota Sadat, telah menghapus produk Prancis.

Di Bangladesh, 40.000 orang menyerukan boikot produk Prancis sementara parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.

Barang-barang Prancis mulai dikeluarkan dari toko-toko di Kuwait dan Qatar. Salah satu restoran di Doha, Le Train Bleu, tidak lagi menggunakan bahan impor Prancis untuk makanan mereka.

Protes telah terjadi di Irak, Turki dan Gaza dan sejumlah asosiasi perdagangan Arab juga mengumumkan boikot.

Sebuah surat kabar Iran telah memberi label Macron, "Setan Paris," dan gambar presiden dan bendera Prancis dibakar di luar kedutaan Prancis di Baghdad.

Pada tahun 2006 ada kampanye serupa untuk memboikot produk dan barang Denmark setelah sebuah surat kabar Denmark menerbitkan karikatur nabi yang dianggap menyinggung.

TAGS : Produk Prancis Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :