Jum'at, 04/12/2020 21:12 WIB

Hadapi Badai La Nina, Kementan Minta Pemda Jaga Buffer Stock Beras

Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugiarto menegaskan kondisi perberasan Indonesia lima tahun ke depan tetap tersedia bahkan selalu tersedia lebih dari cukup sepanjang waktu.

Sumatera Barat, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah (Pemda) baik provinsi maupun kabupaten dan kota untuk menjaga buffer stock beras sekaligus stabilitas harganya.

"Saya minta para jajaran pemda melakukan persiapan di semua daerah yang kemungkinan akan terdampak banjir," ujar Syahrul saat melakukan kunjungan kerja ke Nagari Sicincin Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat, Selasa (27/10).

"Kesiapan dini harus dilakukan minimal semua daerah punya mapping mana daerah yang masuk zona merah, kuning dan sebagainya," sambungnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menegaskan, kesiapan pangan rakyat harus sungguh-sungguh dilakukan sehingga ancaman pangan seperti badai La Nina atau curah hujan yang terjadi dalam situasi pandemi tidak menjadi penghalang pangan rakyat.

"Kesiapan pangan sudah menjadi bagian yang saya saksikan tidak hanya data tetapi secara fakta di lapangan," kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, sistem irigasi harus diperbaiki dan penyediaan varietas tahan air, seperti seperti inpara 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30 dan sejenisnya harus dipersiapkan.

"Ketiga kita harus maksimalkan daerah-daerah sehingga apabila terjadi bencana kita sudah mempersiapkan pangan yang kuat," tegasnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, kinerja sektor pertanian di tahun 2020 menorehkan hasil yang menggembirakan. Untuk meningkatkan produksi, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, diterapkan integrated farming

Konsep integrated farming menuju zero waste terdiri dari integrasi vertikal yakni keterpaduan dari hulu onfarn hingga hilir dan integrasi horisontal yakni terpadu antar komoditas padi, sayur, ternak ayam, sapi dan lainya.

"Konsep ini bisa dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi. Pemerintah menyediakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) bekerja sama dengan perbankan dan memberikan mengenalkan penerapan teknologi modern sehingga peningkatan produksi dan kesejahteraan petani benar-benar meningkat signifikan," jelas Suwandi.

Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), perkiraan produksi padi 2020 mengalami peningkatan 1,02 % dibanding tahun sebelumnya. Produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton.

Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare dan produksi padi diperkirakan sebesar 55,16 juta ton gabah kering giling (GKG).

TAGS : Pandemi COVID-19 Badai La Nina Stabilisasi Harga Buffer Stock Beras




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :