Sabtu, 28/11/2020 08:19 WIB

Arab Saudi Umumkan Aturan Baru untuk Jemaah Umrah

Jika terjadi peningkatan infeksi, pihak berwenang dapat membatasi jumlah jamaah di titik mana pun.

Melempar jumrah (Foto: VOA)

Riyadh, Jurnas.com - Jemaah yang tiba di Arab Saudi untuk melakukan umrah tidak diperbolehkan mengenakan Ihram pada saat kedatangan karena harus menjalani karantina selama tiga hari di hotel masing-masing.

Kepala Perencanaan dan Strategi di Kementerian Haji dan Umrah, Amr Al-Maddah menambahkan, di akhir masa tinggal hotel, perusahaan umrah masing-masing akan mengantarkan jemaah ke Miqat terdekat untuk melakukan don Ihram dan melanjutkan ibadah mereka.

Pada tahap ketiga dimulainya kembali Umrah, yang dimulai pada 1 November, jemaah dari seluruh dunia akan diizinkan memasuki Kerajaan. Sekitar 20.000 peziarah, penduduk dan pengunjung dapat melakukan ibadah setiap hari dengan protokol kesehatan yang ketat.

Al-Maddah mengatakan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) sedang memantau situasi pandemi virus corona baru (COVID-19) di setiap negara untuk membantu memberi tahu pihak berwenang terkait sebelum kedatangan umrah.

Ia mengatakan aplikasi Eatmarna telah diunduh sekitar 3 juta kali dan lebih dari 1,4 juta orang telah mengajukan izin, dengan lebih dari 1 juta dikeluarkan untuk umrah dan salat di Masjidil Haram.

Al-Maddah mengatakan jika terjadi peningkatan infeksi, pihak berwenang dapat membatasi jumlah jemaah di titik mana pun.

Ia mengatakan asuransi kesehatan penuh adalah wajib untuk memastikan perawatan kesehatan yang memadai bagi jamaah jika terjadi infeksi COVID-19 atau masalah kesehatan lainnya.

Al-Maddah mengatakan Weqaya akan menentukan negara mana yang dapat mengirim jemaah haji tergantung dari jumlah infeksi. Dia meyakinkan bahwa perusahaan umrah akan diberikan pembaruan rutin. (Arab News)

TAGS : Arab Saudi Jemaah Umrah Infeksi Virus Corona Aturan Umrah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :