Minggu, 29/11/2020 23:36 WIB

Tujuh Investor Siap Kembangkan Kawasan Food Estate Hortikultura Humbang Hasundutan

Tahun 2020 target pembukaan lahan untuk pembangunan FE Humbahas seluas 1.000 hektare yang sumber dananya dari APBN Kementan seluas 215 hektare dan Swasta 785 hektare.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo di Desa Ria-Ria, Kecematan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

Dolog Sanggul, Junas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengembangkan kawasan food estate hortikultura berbasis korporasi. Saat ini, lokasi pengembangan dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa total luas areal yang dipersiapkan kurang lebih mencapai 1000 hektare. Kemudian areal yang sedang dalam penggarap seluas 215 hektare.

"Sesuai arahan Bapak Presiden kurang lebih ini areal yang sudah kita persiapkan sebagai lahan percontohan utama. Selanjutnya Kementan hanya bisa masuk setelah Kementerian LHK dan PUPR serta lainnya selesai," kata Syahrul saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau proyek food estate di Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

Mentan Gubernur Sulawesi Selatan itu menjelaskan, pengembangan kawasan di Sumatera Utara akan dibangun model industri hulu-hilir termasuk pascapanen. Sehingga nantinya akan ada "market place" seperti pasar modern.

"Kami memang menargetkan pada peningkatan luas tanam dan produksi komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang serta memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait," katanya.

Selain itu, Syahrul juga mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas petani dengan membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) untuk pengembangan komoditas hortikultura dan penyiapan benih hortikultura bermutu.

Sebagaimana diketahui, tujuan food estate berbasis hortikultura adalah untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern.

Bukan hanya itu, tapi juga untuk mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.

"Ada sekitar tujuh investor yang sudah siap dan tentunya akan mendukung omzet untuk kesejahteraan oara petani," tegasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menambahkan, banyak sasaran yang ingin dicapai melalui pembangunan food estate. Bukan hanya peningkatan luas tanam dan produksi bawang merah, bawang putih dan kentang, tetapi juga memperkuat kerja sama dan sinergitas petani dengan stakesholder.

"Skema yang pas menggerakkan agribisnis food estate ini adalah korporasi kemitraan antara petani dan investor. Petani sebagai sumberdaya manusia yang ada di sini merupakan pemilik lahan, sekaligus sebagai tenaga kerja produktif," katanya.

Namun begitu, kata dirjen yang biasa disapa Anton itu, petani memiliki keterbatasan modal. Sehingga, peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi sangat penting.

"Setiap pinjaman memerlukan jaminan di bank, maka dibutuhkan sosok investor yang berfungsi sebagai off taker penyerapan hasil produksi petani dan mampu menyediakan benih, pupuk dan sparodi lainnya," ujarnya.

Perlu diketahui, tahun 2020 target pembukaan lahan untuk pembangunan FE Humbahas seluas 1.000 hektare yang sumber dananya dari APBN Kementan seluas 215 hektare dan Swasta 785 hektare.

Pihak Swata yang telah menanamkan modal untuk pengembangan kawasan di antaranya adalah PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica dan PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta.

TAGS : Humbang Hasundutan Food Estate Hortikultura Prihasto Setyanto Syahrul Yasin Limpo Joko Widodo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :