Minggu, 29/11/2020 23:50 WIB

Artha Hanif Resmi Jadi Ketum ASITA (1971) Periode 2020-2024

Ketua Umum ASITA (71) Artha Hanif menyampaikan ini merupakan ujian luar biasa yang diamanahkan kepada dirinya untuk menahkodai ASITA (71) ditengah kegaduhan internal organisasi.

Ketua Umum ASITA 1971, Artha Hanif

Jakarta, Jurnas.com - Musyawarah Nasional Luar Biasa yang dilakukan pada 26 Oktober 2020 di Serpong, Tangerang-Banten menetapkan Artha Hanif menjadi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ASITA (71) untuk periode 2020-2024.

Artha Hanif mengalahkan tiga kandidat calon Ketua Umum ASITA (71) lainnya, yaitu I Putu Winastra, Ophan Lamara dan Ben Sukma Harahap dengan total perolehan 148 suara dari total 193 suara sah yang digelar baik offline maupun online.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum ASITA (71) Artha Hanif menyampaikan ini merupakan ujian luar biasa yang diamanahkan kepada dirinya untuk menahkodai ASITA (71) ditengah kegaduhan internal organisasi.

“Malam ini saya dapat ujian luar biasa, sungguh tidak ada ambisi sebagai Ketua Umum tapi karena amanah yang ditetapkan kepada saya harus diterima dengan ucapan istighfar karena ini berat. ASITA yang saat ini harus dimulai dari nol kita harus memastikan internal kita benar-benar siap sebagai organisasi untuk menghadapi tantangan dan kendala kedepan,” ungkapnya

Terpilih sebagai Ketua Umum ASITA, Tiga hal ini yang menjadi prioritas baginya dan jajaran kepengurusan organiasasi ASITA (71);

Pertama, pembenahan internal organisasi kepengurusan ASITA (71) dimana ini tentunya menyita waktu lebih dari 50 persen untuk konsentrasi bagaimana organisasi ini lebih kuat, siap bersaing dan dikenal baik di dalam maupun luar negeri.

Kedua, membangun potensi sinergis antar anggota seluruh daerah dari Aceh hingga Papua. Program-program yang digulirkan harus memberikan manfaat langsung kepada pariwisata Indonesia untuk mempertahankan kehormatan di dalam maupun di luar negeri, karena ASITA memiliki produk-produk Inbound dan Outbond.

Ketiga, usai terbentuknya formatur kepengurusan dalam waktu dekat ini dirinya berserta jajaran pengurus berniat untuk menemui Kemenparekraf, dan para partner untuk memperkenalkan ASITA (1971) bahwa ini bukan ASITA yang baru. Dan dalam kepengurusan baru ini meminta kepada Kemenparekraf dari sekian banyak dana alokasi pariwisata tapi sangat sedikit untuk Biro Perjalanan Wisata (BPW). Pihaknya pun berharap kalau alokasi anggaran itu masih ada setidaknya ada porsi yang pantas untuk BPW bisa merasakan manfaat yang cukup di saat pandemi.

“Kami akan menyampaikan formatur kepengurusan yang baru ini dalam kurun waktu seminggu,”ujarnya kepada pimpinan sidang Munaslub. Dalam Munaslub tersebut Ben Sukma ditetapkan sebagai Ketua DEPETA ASITA (71) periode 2020-2024.

Terkait dengan sengketa hukum yang tengah berlangsung, Arta Hanif menyatakan bahwa ASITA telah “dirampok” ditengah jalan. Dengan terbentuknya kepengurusan baru maka asosiasi siap untuk memberikan perlindungan bagi para anggotanya dalam menjalani usaha dan berorganisasi kedepannya. Masalah hukum diharapkan bisa diselesaikan secara konstitusional.
Dimana menurutnya proses hukum ini telah memasuki tahap penyidikan untuk penetapan tersangkanya. Sementara dalam gugatan perdata akan dilakukan panggilan pada pihak tergugat dalam hal ini adalah Rusmiati dkk pada 9 November mendatang.

Untuk diketahui, Munaslub ini menjadi jawaban dan titik terang atas kisruh yang terjadi selama satu tahun belakangan ini dikarenakan pendirian akta baru ASITA 2016 dan menghilangkan nama-nama pendiri ASITA dan dirubah menjadi Asnawi Bahar dan tatkala itu Nunung Rusmiati sebagai Sekjennya.

ASITA didirikan pada 07 Januari 1971 dan dibuatkan akta pendirian No 17 tanggal 15 Maret 1975 di hadapan notaris Raden Soeratman dan selanjutnya telah didaftarkan dan diregister di PN Jakpus pada 11 Februari 1982.

Nunung Rusmiati yang saat ini menjadi Ketua Umum ASITA periode 2019-2024 hingga saat ini ditengarai belum mampu juga mempertanggungjawabkan LPJ DPP 2015-2019 yang berujung pada proses hukum baik pidana dan perdata.

TAGS : ASITA 1971 Artha Hanif




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :