Kamis, 03/12/2020 18:01 WIB

Hingga September 2020, Pendapatan Astra International Turun jadi Rp130,3 Triliun

Nilai aset bersih per saham per 30 September 2020 sebesar Rp3.822, meningkat 5% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019

Toyota C-HR (Toyota Astra)

Jakarta, Jurnas.com - Sembilan bulan pertama pendapatan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp130,3 triliun atau menurun 26% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

"Laba bersih, setelah memasukkan keuntungan dari penjualan saham Bank Permata, sebesar Rp14,0 triliun, menurun 12% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2019," ujar Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Jika tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan Bank Permata, maka laba bersih Astra grup menurun 49% menjadi Rp8,2 triliun. Adapun penurunan utama terjadi karena turunnya kinerja divisi otomotif, alat berat, pertambangan dan jasa keuangan yang diakibatkan pandemi Covid-19.

"Terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 dan penerapan langkah-langkah penanggulangannya, serta penurunan harga batu bara," katanya.

Nilai aset bersih per saham per 30 September 2020 sebesar Rp3.822, meningkat 5% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp4,4 triliun pada 30 September 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil penjualan saham Bank Permata pada bulan Mei 2020.

"Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup menurun dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp43,0 triliun pada 30 September 2020," ucapnya.

Laba bersih segmen otomotif Astra grup menurun 70% menjadi Rp1,8 triliun yoy yang mencerminkan penurunan volume penjualan yang signifikan. Segmen otomotif grup kembali mencatatkan keuntungan pada kuartal ketiga setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal kedua.

Penjualan mobil nasional menurun 51%menjadi 372.000 unit pada sembilan bulan pertama tahun 2020. Pada kuartal ketiga tahun 2020, penjualan mobil Astra meningkat menjadi 53.000 unit, dari 9.700 unit pada kuartal kedua.

Penjualan sepeda motor secara nasional menurun 42% menjadi 2,9 juta unit pada sembilan bulan pertama tahun 2020. Penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 38% menjadi 2,3 juta unit. Pada kuartal ketiga tahun 2020, penjualan sepeda motor Astra meningkat menjadi 849.000 unit, dari 244.000 unit pada kuartal kedua.

Sementara itu, laba bersih dari segmen agribisnis grup mencapai Rp464 miliar, meningkat secara signifikan dibandingkan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2019, terutama karena harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi. Berikut adalah ikhtisarnya.

Anak usaha Astra International, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp111 miliar menjadi Rp583 miliar, terutama disebabkan oleh meningkatnya harga minyak kelapa sawit sebesar 27% menjadi Rp8.194/kg. Adapun volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya menurun sebesar 12% menjadi 1,5 juta ton.

TAGS : Laba Astra International Otomotif




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :