Jum'at, 04/12/2020 21:09 WIB

Disebut Ganggu Pemilu, AS Sanksi Korps Pengawal Revolusi Islam Iran

AS menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris asing pada April 2019 sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum pemerintahan Trump terhadap Teheran.

Calon Presiden As, Joe Biden dan Donald Trump

Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS), menjatuhkan sanksi kepada lima kelompok Iran yang dikatakan berusaha ikut campur dalam pemilihan presiden mendatang antara Presiden Donald Trump dan kandidat dari partai Demokrat, Joe Biden.

Departemen Keuangan AS, mengatakan pihaknya menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Pasukan Quds IRGC, dan Bayan Rasaneh Gostar Institute karena secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam, mensponsori, menyembunyikan, atau jika tidak terlibat dalam campur tangan asing dalam pemilu 3 November.

Depatermen tersebebut juga menunjuk Radio Islam Iran dan Persatuan Televisi dan Persatuan Media Virtual Internasional untuk dimiliki atau dikendalikan oleh Pasukan Quds IRGC.

"Rezim Iran menggunakan narasi palsu dan konten menyesatkan lainnya untuk mencoba mempengaruhi pemilu AS," kata Menteri Keuangan AS,  Steven Mnuchin pada Kamis (22/10).

"Pemerintahan ini berkomitmen untuk memastikan integritas sistem pemilu AS dan akan terus melawan upaya dari aktor asing mana pun yang mengancam proses pemilu kami," sambungnya.

AS menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris asing pada April 2019 sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum pemerintahan Trump terhadap Teheran.

Secara terpisah pada Kamis, Departemen Keuangan AS juga memberikan sanksi kepada duta besar Iran untuk Irak, Iraj Masjedi, yang menuduhnya bertindak untuk atau atas nama Pasukan Quds IRGC.

Tidak tinggal diam, Iran pun memanggil utusan Swiss memprotes keputusan AS tersebut.

"Penolakan keras Iran atas klaim berulang, tidak berdasar dan palsu dari para pejabat Amerika telah disampaikan kepada duta besar Swiss," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh kepada televisi pemerintah.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, tidak ada bedanya bagi Iran yang memenangkan pemilihan AS," sambungnya.

Swiss mewakili kepentingan AS di Iran karena Washington dan Teheran tidak memiliki hubungan diplomatik. Ketegangan antara kedua negara telah meningkat sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 Iran dan meningkatkan sanksi terhadap Teheran.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, tidak ada bedanya bagi Iran yang memenangkan pemilu AS," tegasnya. (Aljazeera)

TAGS : Donald Trump Korps Pengawal Revolusi Islam Amerika Serikat Pilpres AS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :