Rabu, 02/12/2020 00:48 WIB

AS Perketat Aturan Media China

China mengecam peraturan tersebut dan membalas dengan mengusir warga AS yang bekerja untuk organisasi berita besar termasuk New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo (Foto: IRNA)

Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS), kembali memperketat aturan enam perusahaan media Tiongkok. Media tersebut disebut sebagai alat propaganda Republik Rakyat Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.

Dilansir dari AFP, keenam media itu ialah Yicai Global, Jiefang Daily, Xinmin Evening News, Social Sciences in China Press, Beijing Review dan Economic Daily.

Ini merupakan ketiga kalinya perusahaan media China diperlakukan sebagai misi diplomatik asing, yang mengharuskan mereka melaporkan rincian tentang staf yang berbasis di AS dan transaksi real estat ke Departemen Luar Negeri.

 

 

"Sementara media bebas di seluruh dunia terikat pada kebenaran, media RRC terikat pada PKT," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus.

"AS secara terbuka mengakui kenyataan itu melalui sebutan ini," katanya.

Sementra itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menegaskan bahwa media China yang terkena dampak tidak akan menghadapi batasan pada pelaporan mereka.

"Kami tidak membatasi apapun, hanya ingin memastikan rakyat, konsumen informasi, dapat membedakan antara berita yang ditulis oleh pers bebas dan propaganda yang disebarkan oleh Partai Komunis China sendiri. Mereka tidak sama," kata Pompeo pada konferensi pers, Rabu (21/10).

Departemen Luar Negeri sebelumnya memberlakukan aturan pada sembilan media yang lebih terkenal termasuk kantor berita Xinhua dan China Global Television Network.

China mengecam peraturan tersebut dan membalas dengan mengusir warga AS yang bekerja untuk perusahaan berita besar termasuk New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal.

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis (22/10) mengecam langkah terbaru di media yang berbasis di AS sebagai tindakan tidak masuk akal yang didasarkan pada mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis.

"China akan membuat tanggapan yang sah dan perlu untuk ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam jumpa pers reguler.

TAGS : Amerika Serikat Mike Pompeo Aturan Media China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :