Jum'at, 27/11/2020 15:48 WIB

Kementan Ajak Masyarakat Patuhi Karantina

Komoditas pertanian impor ini masuk melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta tanpa dilengkapi dokumen kesehatan karantina dari negara asal.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Karantina, Ali Jamil memusnahkan Ilegal di Instalasi Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Banten, Senin 3 Februari 2020. ( Foto: Supi/ Jurnas.com)

Tanggerang, Jurnas.com  – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyaksikan pemusnahan 538 kilogram dan 480 batang bibit, benih dan buah impor menggunakan incenerator (alat pembakar bersuhu tinggi) di Instalasi Karantina Pertanian Sorkarno Hatta, Tanggerang, Rabu (21/10).

Komoditas pertanian impor ini masuk melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta tanpa dilengkapi dokumen kesehatan karantina dari negara asal.

"Tindakan ini harus kami lakukan agar potensi penyebaran hama penyakit tumbuhan dari luar negeri dapat kita cegah. Produk pertanian apapun yang masuk ke Indonesia harus lolos dan dijamin kesehatannya oleh petugas karantina pertanian," ujar Syahrul.

Ia menjelaskan bahwa pemusnahan produk pertanian tersebut merupakan tindakan pengawasan dan penidakan terhadap produk pertanian yang masuk ke dalam negeri secara ilegal atau tidak sehat.

"Negara kita di anugerahi kekayaan sumber daya alam hayati yang luar biasa, jadi mari kita manfaatkan untuk kesejahteraan bersama sekaligus kita harus bersinergi menjaganya," ujar Syahrul.

Syahrul mengatakan tidak melarang produk pertanian masuk ke dalam negeri, dengan catatan harus sesuai dengan aturan yakni dilengkapi dengan Surat Ijin Pemasukan (SIP). "Kita harus pastikan sehat, aman dan menghindari ancaman bioterorisme," tegasnya.

Selain menyaksikan pemusnahan produk pertanian yang ilegal, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga melakukan pelepasan ekspor produk pertanian ke enam negara tetangga.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menguraikan, komoditas yang diekspor yakni, sarang burung walet 130 kg senilai Rp2,9 miliar ke China, tanaman aquarium sebanyak 18.838 batang senilai Rp 133,8 juta ke Amerika Serikat (AS), Kanada dan Jepang.

Selain itu, ada juga jenis tanaman hias yang juga sedang digemari masyarakat berupa mostrea, aglonema dan philondendron sebanyak 352 batang senilai Rp17,6 juta ke Hongkong, Inggris dan AS.

"Pertumbuhannya sangat menggembirakan, kembangkan terus karena pasar ekspor sangat terbuka lebar. Jangan lupa patuh untuk melapor kepada petugas Karantina agar tetap sehat, aman dan makin laris tanaman hias kita di pasar ekspor," ujar Jamil.

TAGS : Komoditas Ilegas Syahrul Yasin Limpo Badan Karantina




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :