Rabu, 02/12/2020 01:39 WIB

Iran Akui Angka Covid-19 Saat Ini Tidak Representatif

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi mengakui bahwa angka kasus Covid-19 di negara tersebut tidak mencerminkan jumlah sebenarnya.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi (Foto: AFP)

Teheran, Jurnas.com - Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi mengakui bahwa angka kasus Covid-19 di negara tersebut tidak mencerminkan jumlah sebenarnya.

Pengakuan itu disampaikan ketika jumlah kematian harian akibat Covid-19 di Iran kembali mencetak rekor, dengan 337 kematian pada Senin (19/10) kemarin. Tertinggi sebelumnya adalah 279, pada Rabu pekan lalu.

Lebih dari 30.000 orang kini telah meninggal akibat Covid-19 di Iran, dan jumlah total kasus bertambah 4.251 menjadi 534.631 kasus.

Jumlah sebenarnya lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi, kata Iraj Harirchi, terutama karena protokol pengujian dan pelaporan.

Iran lambat menanggapi wabah pada awal tahun, ketika ulama mendorong para peziarah untuk mengunjungi situs-situs keagamaan di Masyhad dan Qom meskipun ada bukti bahwa virus itu sudah menyebar, dan sekarang Iran yang terkena dampak terburuk di Timur Tengah.

"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah menyaksikan peningkatan kematian yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat penyakit tersebut," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Sima Sadat Lari dikutip dari Arab News pada Selasa (20/10).

"Situasi saat ini adalah akibat dari kelalaian dalam mematuhi protokol kesehatan, pengurangan penggunaan masker, dan perilaku sosial yang berbahaya dalam beberapa minggu terakhir," sambung dia.

Pemerintah telah memperpanjang pembatasan dan penutupan di Teheran, di mana sekolah, masjid, toko, restoran, dan institusi publik lainnya telah ditutup sejak 3 Oktober.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa kematian setiap hari dapat mencapai 600 jika warga Iran gagal mematuhi protokol kesehatan.

Memakai masker menjadi wajib di depan umum di Teheran, di mana tingkat infeksi paling tinggi, dan ada denda untuk ketidakpatuhan. Pihak berwenang berencana memberlakukan pembatasan yang sama di kota besar lainnya dengan tingkat infeksi yang tinggi.

TAGS : Iran Kasus Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :