Rabu, 02/12/2020 00:03 WIB

Menristek Lirik Kerja Sama Riset Vaksin dengan Uni Eropa

Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pihaknya sedang melirik potensi kerja sama vaksin dengan Uni Eropa.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (kanan) dan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pihaknya sedang melirik potensi kerja sama vaksin dengan Uni Eropa.

Hal itu disampaikan dalam pembukaan EURAXESS ASEAN European Research Day Indonesia (ERD) 2020 yang dilaksanakan secara daring, pada Senin (19/10) kemarin.

"Sampai saat ini memang belum ada yang langsung kerja sama, tapi salah satu potensi vaksin mungkin juga berasal dari salah satu negara Uni Eropa, kami akan menguhubungi Diaspora Indonesia di negara Uni Eropa," ujar Menristek.

Menurut Menristek Bambang, Indonesia harus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi riset, dengan tujuan menciptakan berbagai hasil riset dan inovasi yang menjawab berbagai permasalahan bangsa dan membawa kemajuan bagi Indonesia.

"Sinergi dan kolaborasi riset merupakan kunci dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. Oleh karena itu, kami mengapresiasi pelaksanaan European Research Day Indonesia (ERD) 2020, di mana membuka peluang baru bagi Indonesia untuk berkolaborasi dengan peneliti-peneliti dari sejumlah negara Uni Eropa" sambung dia.

Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket mengatakan inisiatif kerja sama global membutuhkan banyak mitra, guna menawarkan solusi terhadap tantangan global tanpa mengenal batas negara.

Seperti saat ini pandemi Covid-19, Uni Eropa telah menginvestasikan €458,9 juta dari program Horizon 2020 untuk penelitian dan inovasi yang secara khusus menangani pandemi ini.

Vincent Piket mengatakan, ke depannya penelitian yang dilakukan tak hanya terbatas pada sumber daya alam saja. Namun, akan ada banyak sektor selain sumber daya alam yang bisa diteliti lebih lanjut dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan dan nilai-nilai tertentu.

"Uni Eropa berkomitmen untuk mengatasi tantangan terbesar saat ini yaitu perubahan iklim. Beberapa minggu yang lalu, Komisi Eropa baru saja meluncurkan peluang untuk mengajukan proposal melalui Kesepakatan Hijau Uni Eropa atau European Green Deal Call," ujar Vincent.

"Peluang pendanaan melalui program Horizon 2020 ini menyediakan €1 miliar untuk menanggapi krisis iklim. Peluang pendanaan terbuka untuk kerjasama internasional dalam konteks Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," imbuh dia.

TAGS : Kerja Sama Vaksin Uni Eropa Menristek Bambang Brodjonegoro




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :