Kamis, 26/11/2020 08:58 WIB

Kementan Larang Keras Penggunaan Stroom Listrik Kendalikan Hama Tikus

Kementan tidak pernah merekomendasikan penggunaan pengendalian hama tikus yang membahayakan jiwa petani maupun masyarakat.

Tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman pangan. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, tidak merekomendasikan penggunaan stroom listrik dalam mengendalikan hama tikus di sawah. Hal itu disampaikan merespons beberapa petani di Bojonegoro masih menggunakan cara berbaya tersebut.

Tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman pangan. Kerugian produksi tanaman akibat serangan hama tikus seringkali cukup tinggi, sehingga membuat petani melakukan berbagai cara pengendalian dengan cara yang berbahaya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani mengatakan, sejak dulu pihaknya sudah melarang penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik.

"Tapi masih banyak petani menggunakan alat jebakan tikus yang beraliran listrik karena cara tersebut menurut mereka lebih instan dan cepat membunuh tikus mati daripada menggunakan rodentisida," terang Zaenal dalam keterangan tertulisnya di terima jurnas.com, Selasa (20/10).

Ia juga menyampaikan, dalam waktu dekat Disperta akan memberikan edukasi kepada petani terkait bahaya penggunaan jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Selain itu juga sosialisasi tentang pengendalian hama jangka panjang.

"Sebelumnya juga sudah di siarkan melalui radio, sosialisasi ke desa-desa, dan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)," katanya.

Guna membasmi hama, Disperta Bojonegoro telah mengadakan beberapa alat dan cara yaitu dengan alat pengasapan, burung hantu serta rumah burungnya, dan rodentisida mulai tahun 2016.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan menyampaikan, Pengendalian hama tikus di sawah sebaiknya menggunakan cara aman, seperti penggunaan pagupon atau rumah burung hantu untuk menyediakan tempat tinggal bagi burung-burung hantu, musuh alami hama tikus.

"Agar lebih efektif dapat menggunakan anjing pemburu, selain itu dapat pula dilakukan gropyokan dan pengemposan lubang-lubang aktif tikus dengan gas elpiji, karbit, dan belerang," jelas Edy.

"Sebagai pilihan alternatif lainnya dapat menggunakan bahan racun pengendali hama tikus (rodentisida) berupa umpan yang ditebarkan maupun emposan yang diledakkan di lubang-lubang aktif tikus," sambungnya.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, kunci keberhasilan pengendalian hama tikus adalah dilakukan pada areal yang luas, secara bersama-sama, berkelanjutan, dan tidak tergantung pada satu cara pengendalian.

"Keberhasilan pengendalian hama tikus itu harus dilakukan secara bersama-sama, dalam areal yang luas, menggunakan lebih dari satu cara atau strategi pengendalian yang saling sesuai dan padu," kata Edy.

Petani yang masih menggunakan cara-cara berbahaya untuk mengedalikan hama tikus ini memerlukan edukasi yang tepat agar dapat beralih menggunakan cara-cara pengendalian hama tikus yang lebih aman.

"Untuk itu kita mengarahkan kepada semua petugas POPT dan pendamping petani lainnya seperti penyuluh pertanian, agar tidak jemu-jemu untuk mengedukasi petani agar menggunakan cara-cara pengendalian OPT yang aman, tidak berbahaya bagi siapapun, namun tetap efektif dan efisien," terang Edy.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menegaskan, penggunaan jebakan tikus dengan dialiri arus listrik tidak dibenarkan. Menurutnya, Kementan tidak pernah merekomendasikan penggunaan pengendalian hama tikus yang membahayakan jiwa petani maupun masyarakat.

"Penggunaan jebakan tikus di sawah dengan dialiri arus listrik tidak pernah kita rekomendasikan, tidak dibenarkan. Cara ini sangat berbahaya, baik bagi petani maupun orang lain yang mungkin beraktivitas di lahan yang terdapat jebakan listrik tersebut," tegas Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi mengarahkan agar dalam upaya pengendalian hama tikus menggunakan cara-cara yang aman bagi petani dan orang lain, namun tetap efektif dan efisien.

TAGS : stroom listrik pengendalian hama tikus Ditjen Tanaman Pangan Suwandi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :