Senin, 30/11/2020 02:13 WIB

Realisasi PEN Capai Rp344 Triliun

Akumulasi Neraca Perdagangan melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 5 bulan terakhir

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Jakarta, Jurnas.com - Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) alami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan penyerapan belanja PEN pada bulan September tumbuh 46,9% dari bulan Agustus. Sampai dengan 14 Oktober 2020, realisasi PEN telah mencapai Rp344,11 triliun atau 49,5% dari pagu sebesar Rp695,2 triliun.

"Akselerasi tersebut didukung oleh percepatan belanja penanganan Covid-19 dan percepatan program PEN lainnya, seperti Insentif Usaha, DAK Fisik, DID Pemulihan, dan Pra Kerja, serta adanya program-program baru yang langsung segera direalisasikan seperti Bantuan Produktif UMKM (BPUM) dan Subsidi Gaji/Upah," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10%2020).

Secara lebih rinci, realisasi kesehatan sebesar Rp27,59 trilun, Perlindungan Sosial Rp167,08 triliun, Sektoral K/L dan Pemda Rp28 triliun, Insentif Usaha Rp29,68 triliun, Dukungan UMKM Rp91,77 trilun dan Pembiayaan Korporasi menunggu waktu yang tepat.

Perbaikan ekonomi masih berlanjut di bulan September. Meskipun PMI manufaktur mengalami sedikit kontraksi, namun konsumsi listrik, impor bahan baku dan modal, belanja bantuan sosial menunjukkan peningkatan sementara Indeks Keyakinan Konsumen dan ekspektasi konsumen tertahan (mtm).

Selanjutnya, ekspor dan impor bulan September 2020 menunjukkan tanda tanda perbaikan atau tumbuh (secara mtm). Tumbuhnya ekspor disebabkan meningkatnya ekspor migas ke negara ASEAN yang mulai merelaksasi lockdown, dan nonmigas (CPO) terutama tujuan Cina yang mulai pulih, sedangkan impor didorong dari migas dan nonmigas.

Akumulasi Neraca Perdagangan melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 5 bulan terakhir.

"Likuiditas berlimpah seiring dengan masih terbatasnya kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat," tandasnya.

TAGS : Sri Mulyani PEN Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :