Selasa, 01/12/2020 22:19 WIB

Arab Saudi Isyaratkan Cabut Blokade Qatar

Pada 2017, Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Doha dan memberlakukan blokade laut, darat dan udara di negara kaya gas itu.

Bendera Kebangsaan Arab Saudi. (Foto: Ahmat Bolat/Anadolu Agency)

Riyadh, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengisyaratkan kemajuan dalam menyelesaikan perselisihan tiga tahun dengan Qatar, menyusul pertemuan di Washington dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo.

Pada 2017, Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Doha dan memberlakukan blokade laut, darat dan udara di negara kaya gas itu.

"Kami berkomitmen untuk menemukan solusi," kata Pangeran Faisal dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, sebuah wadah pemikir, Kamis (15/10).

"Kami terus bersedia untuk terlibat dengan saudara-saudara Qatar kami, dan kami berharap mereka juga berkomitmen untuk keterlibatan itu. Tapi kita perlu mengatasi masalah keamanan yang sah dari kuartet dan saya pikir ada jalan menuju itu dengan solusi dalam waktu yang relatif dekat," ujarnya.

"Jika kami dapat menemukan jalan ke depan untuk mengatasi masalah keamanan yang sah ... yang mendorong kami untuk mengambil keputusan yang kami ambil, itu akan menjadi kabar baik bagi kawasan," tambahnya.

Empat negara pemblokir menuduh Qatar mendukung terorisme dan mencampuri urusan dalam negeri mereka selama bertahun-tahun. Doha juga dituduh terlalu dekat dengan rival regional Iran.

Qatar dengan keras membantah klaim tersebut.

Pemerintahan Donald Trump telah mendorong diakhirinya blokade dan membuka jalan bagi Teluk yang bersatu melawan Iran.

Beberapa upaya di masa lalu untuk mengakhiri perselisihan telah gagal, karena Qatar menolak tuntutan Arab Saudi cs mencakup penutupan Jaringan Media Al Jazeera, memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok Islam, membatasi hubungan dengan Iran dan mengusir pasukan Turki yang ditempatkan di negara itu.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa negaranya siap untuk berdialog untuk menyelesaikan krisis diplomatik, tetapi menekankan bahwa solusi apa pun untuk krisis tersebut harus menghormati kedaulatan negaranya.

Pada bulan Juni, Kuwait, seorang mediator antara Qatar dan kuartet tetangganya di Teluk Arab, mengatakan ada kemajuan untuk menyelesaikan kebuntuan tetapi hanya sedikit kemajuan yang telah dilakukan.

Desember lalu, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan pembicaraan awal dengan Arab Saudi telah memecahkan kebuntuan, tetapi sebulan kemudian dia mengatakan bahwa upaya untuk menyelesaikan perselisihan itu tidak berhasil.

Pangeran Faisal mengunjungi Washington untuk dialog strategis AS-Saudi di Departemen Luar Negeri pada hari Rabu yang mencakup diskusi tentang hubungan dengan Israel, kampanye tekanan maksimum AS melawan Iran dan perang di Yaman. (Aljazeera)

TAGS : Qatar Amerika Serikat Uni Emirat Arab Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :