Kamis, 29/10/2020 20:56 WIB

Syahrul: Pertanian yang Membuat Ekonomi Indonesia Bertahan hingga Kini

Hampir semua pertumbuhan ekonomi dunia minus, tetapi minus yang paling kecil di Asia bahkan di Asia Tenggara mengalahkan China hanyalah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. (Foto: Jurnas via BPPSDMP))

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa pertanian adalah penyumbang terbanyak dan  merupakan pilar utama yang membuat ekonomi Indonesia bisa tetap bertahan hingga ini.

"Jadi pertanianlah yang membuat uang yang beredar di Indonesia ini cukup baik," kata Syahrul pada acara "Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian" yang digelar secara virtual, Jumat (16/10).

Menurut Syahrul, hampir semua pertumbuhan ekonomi dunia minus, tetapi minus yang paling kecil di Asia bahkan di Asia Tenggara mengalahkan China hanyalah Indonesia.

"Kita sampai hari ini minusnya 5,32% mengalahkan Jepang, Singapura, Filipina, India dan China.  Minus 5,32% itu masih ditopan karena pertanian masih tumbuh 16,4%," ujar Syahrul.

Karena itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menyimpulkan bahwa pertanianlah yang menopang dan menjadi peyangga utama kemampuan ekonomi Indonesia.

"Kita buktikan kembali, kalau pertanian baik di suatu desa, maka baiklah kehidupan rakyat. Kalau mau Indonesia tidak terganggu dalam situasi apapun dan memiliki daya tahan, maka ada di pertanian," tegas Syahrul.

Syahrul juga kembali mengingatkan bahwa salah satu kunci menjadi petani sukses saat ini adalah menguasai digital. Menurutnya, ada banyak perusahaan yang dulunya hebat tidak berkutik dan cenderung bangkruk karena kalah bersaing akibat tidak menguasai digital.

"Kau bisa jadi petani yang baik, sukses sekarang kalau ada kemampuanmu memainkan digital yang ada. Artinya digital menjadi bagian dari kesuksesan pertanian," ujar Syahrul.

Syahrul juga menyampaikan bahwa salah satu yang didorong pemerintah di Kementerian Pertanian (Kementan) adalah Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Inti utama Kostratani adalah kecepatan komunikasi antara pusat dan daerah. Bentukn idealnya adalah melalui Agriculture War Room (AWR) atau hadirnya komunikasi melalui link dan digitalal seperti ini," jelas Syahrul.

TAGS : Syahrul Yasin Limpo Kementerian Pertanian Pertumbuhan Ekonomi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :