Senin, 30/11/2020 02:45 WIB

Marwan Apresiasi Erick Thohir Cs ke Eropa Kerjasama Vaksin dan Pemulihan Ekonomi

Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar telah memberi masukan konstruktif dan solutif terkait manajemen penanganan kesehatan dan ekonomi dalam menangani pandemi Covid-19. Hingga saat ini gagasan Marwan dipakai pemerintah.

Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR, Marwan Jafar telah memberi masukan konstruktif dan solutif terkait manajemen penanganan kesehatan dan ekonomi dalam menangani pandemi Covid-19. Hingga saat ini gagasan Marwan dipakai pemerintah.

Salah satunya, kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Kesehatan Terawan ke Dirjen World Health Organization (WHO) untuk mengamankan komitmen pengadaan vaksin Covid-19 sudah bicara jauh-jauh hari dalam konteks parlemen.

Oleh sebab itu, Marwan mengapresiasi sekaligus berharap kunjungan tersebut dapat membuahkan hasil yang baik untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Saya mengapresiasi Erick Thohir sebagai ketua Satgas Covid-19 dan ketua pemulihan ekonomi dengan Menlu dan Menkes. Semoga kunjunhan Menteri BUMN dan rombongan ke Eropa medapat hasil yang menggembirakan bagi seluruh seluruh rakyat Indonesia baik dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi," kata Marwan, ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/10).

Sebelumnya, Marwan sudah berkali-kali baik dalam rapat di DPR maupun dalam beberapa kesempatan sudah meminta untuk memanggil WHO. Menurutnya, penjelasan WHO sangat diperlukan untuk menepis isu strategis dan kontroversial yang berkembang di masyarakat.

“Saya masih tetap mengusulkan DPR panggil WHO rapat resmi dengan DPR, supaya dapat sumber infomasi langsung, bukan dari media massa dan apalagi informasi hoaks,” kata Marwan.

Menurutnya, penjelasan WHO harus transparan, detail dan berdasarkan dalil ilmiah. Hal itu agar WHO mendapatkan kembali legitimasinya dari rakyat internasional, termasuk Indonesia sebagai anggota PBB sehingga dapat menepis berbagai dugaan dan asumsi konspirasi global.

Mantan menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu mengatakan, isu-isu strategis dan kontroversial yang berkembang di masyarakat perlu segera dilakukan klarifikasi oleh WHO di forum perwakilan rakyat Indonesia sebagai anggota PBB.

Selain itu, lanjut Marwan, WHO harusnya dapat memfasilitasi kerjasama antar negara upaya percepatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara murah. Menurutnya, Putin sendiri telah menyampaikan dalam forum PBB untuk memberikan vaksin gratis.

“WHO kan organisasi dibawah PBB. WHO juga perlu membantu fasilitasi kerjasama antar negara untuk percepatan recovery sektor kesehatan bagi samua anggotanya. Sektor kesehatan menjadi sangat vital untuk segera diatasi, disamping sosial dan ekonomi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Marwan mengusulkan, agar pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN, Kemenlu, dan Kementerian Kesehatan juga harus menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara-negara maju termasuk negara Asia terkait vaksinasi Covid-19.

"Seharusnya Indonesia tidak hanya kerjasama dengan satu negara. Kerjasama ini bisa dilakukan dengan negara-negara lain. Termasuk dengan negara-negara di Asia, bisa dengan Rusia, Philipina, Arab Saudi," katanya.

Marwan mencontohkan, China misalnya sudah menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara dalam penanganan Covid-19. Dimana, China telah melakukan kerjasama dengan 69 negara dalam rangka vaksinasi Covid-19.

"China membangun kerjasama dengan 69 negara maju untuk vaksinasi Covid-19. Artinya tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan negara-negara lain. Diantara negara eropa itu yang sudah kerjasama dengan asia itu Rusia," terang Marwan.

Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kementerian Kesehatan akan berkunjung ke Swiss dan Inggris untuk mengamankan komitmen pengadaan vaksin Covid-19.

"Sebentar lagi bersama dengan Menteri BUMN dan tim Kementerian Kesehatan, saya akan berangkat menuju ke London, Inggris, dan kemudian dilanjutkan ke Bern dan Jenewa, Swiss," kata Retno dalam keterangan persnya secara virtual, Senin (12/10).

Selain itu, Retno beserta rombongan akan bertemu dan berdiskusi dengan Dirjen World Health Organization (WHO), Gavi, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovationn (CEPI) dalam kerangka kerja COVAX Facilities untuk membahas kerja sama vaksin dalam konteks multilateral.

Dalam kunjungan ke Inggris dan Swis, Pemerintah Indonesia hendak mendorong penguatan kerja sama untuk jangka menengah dan jangka panjang antara Bio Farma dan mitranya di luar negeri.

"Selama perjalanan nanti, saya juga akan melakukan pertemuan dengan para mitra saya, yaitu di Inggris dengan Menlu Inggris, sementara di Swiss adalah dengan Wakil Presiden Swiss dan beberapa perusahaan dari Switzerland," kata Retno.

TAGS : Pandemi Covid-19 Komisi VI DPR Menteri BUMN Menteri Luar Negeri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :