Selasa, 01/12/2020 21:40 WIB

Menarik, Ini Syarat Gelar Konser Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Menggelar konser di tengah Pandemi Covid-19 tentu bisa saja dilakukan. Caranya?

The Groove tampil di Stage Britama Prambanan Jazz Festival. (Foto : Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com- Pertunjukan musik di tengah pandemi Covid-19 mulai diwacanakan bisa digelar kembali. Namun ada banyak syarat yang harus dipatuhi penyelenggara pertunjukan musik sebelum konsernya dipertontonkan ke masyarakat.

Di satu sisi, pandemi Covid-19 yang belum berhenti ini juga membuat para musisi dituntut untuk semakin kreatif supaya tetap `hidup` dan berkarya. Ari Julianto Gema, Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan, pihaknya telah membuat panduan teknis, salah satunya sektor musik. Panduan teknis itu bagaimana menyelenggarakan konser musik di era pandemi Covid-19.

"Di panduan teknis, kami mengacu protokol kesehatan Kementerian Kesehatan yang harus dilakukan konsisten setiap kegiatan, termasuk konser musik," kata Ari Julianto Gema, Senin (12/10/2020).

Saat itu Ari Julianto Gema berbincang virtual dalam Diskusi Industri Musik dan Musisi Episode 2 Konser Aman di Tengah Pandemi Covid-19.
Selain Ari Julianto Gema, ikut berbicara pula Ahmad Sulintang (Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BP Jamsostek) dan Widi Puradiredja, musisi sekaligus vokalis Maliq & D`Essentials.

Ikut memberikan pendapatnya Mulkan Kamaluddin (Ketua Umum Ivendo), Kadri Mohammad (musisi dan pengacara) serta Nongki Wisaksono (Ketua Iluni UI), dan Bowie Djati (musisi). Menurut Ari Julianto Gema, panduan umum Kementerian Pariwisata dan Bekraf ini misalnya, tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Khusus pertunjukan musik, kami sudah buat aturan, misalnya musisi dan pendukung pertunjukan musik harus melakukan tes, baik tes swab dan rapid, dan hasilnya negatif Covid-19," katanya.

Ia menyarankan, setiap orang memakai peralatan pribadi dan tidak memakai peralatan bergantian dengan orang lain supaya tidak terpapar Covid-19. Penonton konser musik juga diupayakan berjarak.

Bagaimana mengaturnya, bisa melalui blocking area seperti konser musik di Newcastle, Inggris, atau drive in concert yang dilakukan Kahitna di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kurangi kerumunan sebelum pertunjukan musik. Misalnya tiket harus dipesan online supaya tidak perlu ada pemeriksaan terlalu banyak dan lama," kata Ari Julianto Gema. Ketika pertunjukan musik selesai, penyelenggara juga harus mengatur arus penonton supaya tidak ada kerumunan."Pengunjung juga tidak boleh mendekati panggung selama pertunjukan," ucapnya.

Dalam PSBB transisi di Jakarta ini, lanjut Ari Julianto Gema, ada juga aturan sekalipun sebuah tempat bisa menggelar live music dari jam 18.00 sampai 20.00 WIB. Misalnya saja, penonton live music harus berjarak minimal 1,5 meter satu sama lain. Penonton juga tidak boleh berkerumun dan harus duduk, tidak berdiri atau melantai.

"Jumlah pengunjung disesuaikan dan maksimal hanya 50 persen kapasitas," katanya.

Lewat cara itu, setidaknya para musisi diharapkan sudah bisa kembali melakukan kegiatannya. Widi Puradiredja mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat musisi membuka mata untuk mengeksplor diluar panggung.

"Mulai April 2020, kami sudah menganggap tidak ada even dan kami cari solusi lain. Misalnya, memanfaatkan aset yang kami punya," kata Widi Puradiredja.

Sebagai performer yang jagonya ngeband, para personel Maliq & D`Essentials memaksimalkan dengan cara mengulik area virtual dan apa yang bisa dikembangkan.

"Kami masih trial dan eror. Tapi yang paling penting adalah, mulai belajar sendiri teknis melakukan konser virtual," ujarnya.
Sebagai pelaku, Maliq & D`Essentials tidak bergantung pada event organizer supaya bisa bekerja dan berkarya.
"Kami belajar sendiri untuk membuat konten," jelas Widi Puradiredja.

Soal protokol kesehatan saat pertunjukan musik digelar, lanjutnya, sebaiknya dikampanyekan hingga lebih luas. Sebab, kata Widi, banyak yang kurang informasi terkait protokol kesehatan.

"Kami juga punya permintaan ke event organizer yang mengundang kami supaya memenuhi protokol kesehatan saat menggelar acara. Kalau tidak, kami mundur," jelasnya.

Tidak hanya event organizer besar, tapi protokol kesehatan ini juga dipahami oleh event organizer kecil.

TAGS : Konser Virtual Pandemi Covid-19 PSBB Transisi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :