Jum'at, 27/11/2020 16:10 WIB

PSBB Transisi, Tidak Ada Penerapan Ganjil Genap

Setiap orang yang mengendarai mobil wajib menggunakan masker dan melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan

Pemeriksaan Ganjil Genap

Jakarta, Jurnas.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tidak ada penerapan kebijakan ganjil genap selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi 2 pekan ke depan.

Pemprov DKI kembali menerapkan PSBB transisi dari 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020 karena kasus Covid-19 sudah melandai sejak diterapkan PSBB selama sebulan, dari 14 September hingga 11 Oktober 2020.

Kendaraan bermotor, kata Anies, beroperasi seperti biasa, hanya ada pembatasan kapasitas dan waktu operasional sesuai dengan pengaturan Dinas Perhubungan DKI atau Kementerian Perhubungan.

“Tidak ada kebijakan pembatasan ganjil genap. Jadi mobil bisa beroperasi seperti biasa,” ujar Anies di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2020).

Untuk kendaraan mobil, maksimal 2 orang per baris. Kecuali orang yang menggunakan mobil tersebut satu domisili, maka diperbolehkan kapasitas 100 persen. Setiap orang yang mengendarai mobil wajib menggunakan masker dan melakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan.

“Untuk motor, semuanya wajib menggunakan masker dan melakukan disinfeksi kendaraan serta atribut setelah selesai digunakan,” tandas Anies.

Diketahui, kebijakan ganjil genap diterapkan Pemprov DKI Jakarta sejak 3 Agustus dan berakhir pada 13 September 2020 yang lalu. Kebijakan ini diterapkan untuk mengendalikan mobilitas warga yang tidak perlu, dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Kebijakan ini berlaku untuk kendaraan roda empat dan lebih di 25 ruas jalan di DKI Jakarta. Waktu penerapan kebijakan ini adalah pagi pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pukul 16.00-21.00 WIB. Namun, dalam PSBB transisi kali, kebijakan ganji genap tidak diterapkan lagi.

TAGS : PSBB Transisi Anies Baswedan Ganjil Genap




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :