Kamis, 04/03/2021 19:32 WIB

Gerak Cepat Implementasi Kartu Tani, BPP Porong Gencar Sosialisasi Ke Kelompok Tani

Kostratani BPP Porong, Kabupaten Sidoarjo gencar melaksanakan sosialisasi implementasi kartu tani di kelompok tani di wilayahnya.

Posko Kampung Tangguh. (Foto: Ist)

Sidoarjo, Jurnas.com - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Prasarana dan Sarana menggulirkan program percepatan implementasi kartu tani khususnya Pulau Jawa, Madura, Sumbawa dan Sumbawa Barat sebagai pilot project sebelum diimplementasikan secara nasional.

Guna mendukung program tersebut, Kostratani BPP Porong, Kabupaten Sidoarjo gencar melaksanakan sosialisasi implementasi kartu tani di kelompok tani di wilayahnya.

Hal ini dilakukan agar petani dapat mengetahui informasi tentang kartu tani dan manfaatnya bagi kegiatan usahatani, khususnya dalam penyaluran dan penerimaan pupuk bersubsidi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berharap petani dan insan pertanian lainnya mendukung perubahan pola pendistribusian bantuan dengan Kartu Tani, termasuk untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

"Sekarang ada perubahan pola distribusi agar bantuan yang diberikan pemerintah lebih efektif, lebih tepat kepada pihak yang memang membutuhkan, termasuk bantuan pupuk subsidi," ujarnya Syahrul.

Petani tidak perlu khawatir, karena distribusi pupuk subsidi tetap mengacu pada e-RDKK by name by address yang dilakukan Kementan. Pola ini valid hingga 94%, dan tentu pendistribusian dengan Kartu Tani akan menyempurnakan pola tersebut," sambungnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, “Kostratani yang berada di tingkat kecamatan akan selalu men-support dan terlibat langsung pada seluruh program Kementan. Kostratani juga sebagai pelaksana utama program strategis Kementan”.

Sebanyak 33 kelompok tani (Poktan) yang tersebar dalam 12 Desa dan 2 Kelurahan secara bertahap menerima sosialisasi dari penyuluh pertanian setempat mulai tanggal 20 – 30 September 2020.

Namun, mengingat kondisi masih pandemi Covid-19, maka sosialisasi dibatasi perwakilan pengurus Poktan/Gapoktan beserta anggota kelompok sebanyak 10 orang masing-masing Desa/Kelurahan.

Selain Penyuluh Pertanian setempat, THL-TBPP, Mantri Tani dan perwakilan Bank BNI 46 Cabang Sidoarjo juga turut berperan aktif dalam menyukseskan salah satu program utama kementan tersebut.

Kartu tani berbasis e-RDKK berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) memberikan manfaat bagi pengendalian subsidi pupuk sehingga distribusi pupuk lebih terkontrol.

Di Kecamatan Porong kartu tani yang telah tersalur sebanyak 826 kartu atau 92%. Dalam sosialisasi juga disampaikan pendataan bagi petani yang kartu taninya hilang untuk dapat dibuatkan kartu tani instan oleh Bank BNI 46.

Hal tersebut merupakan langkah cepat agar implementasi kartu tani di Kabupaten Sidoarjo khususnya dapat berjalan dengan lancar dan tidak menjadi hambatan bagi petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi.

Rizki, Koordinator BPP Porong menyampaikan, bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani dapat mendaftar dengan membawa fotocopy KTP dan kartu keluarga ke Ketua Poktan masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada Penyuluh Pertanian di BPP Porong dan dilakukan penginputan data.

“Dipastikan pula keanggotaan petani untuk masuk di e-RDKK agar dapat menebus pupuk bersubsidi,” tambah Rizki.

Widi Harsono, Penyuluh Pertanian BPP Porong juga menyampaikan saat kegiatan sosialisasi, selain membahas manfaat kartu tani untuk distribusi pupuk bersubsidi yang akurat, transparan dan tepat sasaran, disinggung pula manfaat lain yang akan diperoleh dari kartu tani, yaitu sebagai basis data kementerian Pertanian dalam menyusun kebijakan program pertanian ke depan, asuransi usahatani padi (AUTP) dan kredit usaha rakyat (KUR) yang dapat diakses melalui bank yang ditunjuk.

TAGS : Kartu Tani BPP Porong Kelompok Tani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :