Senin, 26/10/2020 05:43 WIB

Ancaman Tsunami Megathrust, Menristek Minta Pembangunan Lebih Hati-hati

Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro meminta pembangunan di daerah rawan gempa dan tsunami harus lebih hati-hati, guna meminimalisasi kerugian apabila terjadi bencana.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta pembangunan di daerah rawan gempa dan tsunami harus lebih hati-hati, guna meminimalisasi kerugian apabila terjadi bencana.

Terutama di bagian selatan Pulau Jawa dan bagian barat Pulau Sumatera, yang menurut Menteri Bambang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

"Memang adanya potensi gempa ini harus menjadi perhatian kita, karena kalau daerahnya itu secara ekonomi berkembang pesat maka otomatis ada konsentrasi dari penduduk yang tinggal di situ," kata Menristek dalam konferensi pers virtual `Risiko Tsunami di Selatan Jawa` pada Rabu (30/9) kemarin.

"Tentunya kita tidak ingin penduduk dalam jumlah besar terekspos dengan risiko bencana. Makanya pembangunan baik di barat Sumatera maupun bagian selatan Pulau Jawa harus dilakukan secara lebih hati-hati dan dengan ekstra proteksi," sambung dia.

Menteri Bambang menyontohkan, Bandara Udata Internasional Yogyakarta sudah didesain agar kuat terhadap gempa besar, dan gedung terminal yang dapat digunakan untuk mitigasi risiko tsunami.

"Jadi kuncinya adalah kita bisa membangun tapi mungkin dengan tingkat kecepatan yang tidak sama dengan daerah seperti pantai utara Pulau Jawa maupun pantai timur Sumatera," terang Bambang.

Sebelumnya, Tim Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meneliti tsunami purba di pantai Lebak, Pangandaran, CIlacap, Kutoarjo, Kulonprogo, dan Pacitan.

Endapan tsunami berumur 300 tahun ditemukan di sepanjang pantai tersebut. Di Lebak, tsunami mengendapkan batang-batang kayu di suatu rawa 1,5 kilometer dari garis pantai.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto mengatakan gempa dan tsunami raksasa akan berulang di jalur-jalur tunjaman lempeng.

TAGS : Ancaman Tsunami Gempa Megathrust Menristek Bambang Brodjonegoro




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :