Jum'at, 30/10/2020 14:21 WIB

Kemitraan dengan Google Jadi Pelengkap E-Learning Madrasah

Dalam e-learning madrasah sudah tersedia aneka fitur yang dirancang untuk kebutuhan pembelajaran khas madrasah.

Gedung Kementerian Agama RI (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan kemitraan antara Google dan madrasah dalam rangka mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ), dapat menjadi pelengkap e-learning madrasah yang sudah ada sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Papay Supriatna pada Senin (28/9) kepada Jurnas.com.

"Dengan kerjasama dengan Google ini, e-learning madrasah akan semakin kuat dan powerfull. Karena akan saling melengkapi," terang Papay.

Menurut dia, dalam e-learning madrasah sudah tersedia aneka fitur yang dirancang untuk kebutuhan pembelajaran khas madrasah.

Platform daring itu juga sudah disesuaikan dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), yang merupakan sistem penilaian Kementerian Agama selama ini.

"Kendala server dan penyimpanan data baik file foto, video, dan lainnya yang terkait bahan ajar, dapat terselesaikan dengan kehadiran Google," ujar Papay.

"Ke depan kita akan kolaborasikan e-learning madrasah, dengan layanan Google Suit," sambung dia.

Namun sayangnya, dalam program subsidi kuota untuk siswa madrasah, e-learning madrasah belum masuk dalam daftar aplikasi atau website yang dapat diakses melalui kuota dari pemerintah tersebut.

Alasannya, kata Papay, saat ini masih terkendala dengan alamat domain yang beragam dari masing-masing madrasah.

"Kita akan upayakan ke depan bantuan pulsa ini juga untuk layanan e-learning madrasah. Mohon doanya, kami akan segera bekerja untuk mewujudkan ini," papar Papay.

Seperti diketahui, Kemenag menggandeng raksasa perusahaan digital Google sebagai upaya program transformasi digital pendidikan madrasah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, sinergi Kemenag dan Google ini bertujuan meningkatkan dan memeratakan kualitas pendidikan madrasah di era Revolusi Industri 4.0.

"Kami menggandeng Google untuk membangun Pendidikan Madrasah Kelas Dunia melalui transformasi digital di mana pedagogi siber diintegrasikan dengan teknologi siber, untuk mewujudkan pendidikan siber atau pendidikan 4.0," kata Dhani dalam webinar Program Transformasi Digital Pendidikan Madrasah di Jakarta, pada Selasa (22/09).

Menurutnya, program ini dilakukan dengan menerapkan tiga model pembelajaran. Pertama, flipped classroom, untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Kedua, blended learning, untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Dan ketiga, project based learning, untuk membiasakan peserta didik berpikir dan bekerja kreatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

"Sinergi ini dilakukan dalam semangat dan komitmen memajukan ekosistem pendidikan di lingkungan Kementerian Agama. Tidak ada investasi biaya yang harus dikeluarkan Kementerian Agama terkait program ini," terang dia.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menambahkan, Google dalam kerjasama ini menyediakan platform teknologi dalam bentuk identitas digital dan aplikasi.

Identitas digital berupa akun yang akan diberikan kepada setiap peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

"Kementerian Agama membina 8,4 juta peserta didik, lebih 709 ribu pendidik, dan 124 ribu tenaga kependidikan. Akun ini terdaftar dalam [email protected] Sampai hari ini sudah lebih 50 persen akun digital yang telah diaktivasi," jelas Umar.

"Domain ini dikelola secara mandiri oleh Kementerian Agama sebagai layanan yang dilaksanakan sesuai struktur organisasi dan SOP pendidikan madrasah di bawah binaan Kementerian Agama," lanjut dia.

Dengan aktifnya akun digital tersebut, kata Umar, maka aplikasi teknologi untuk pendidikan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga madrasah.

TAGS : E-Learning Madrasah Papay Supriatna Kementerian Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :