Minggu, 25/10/2020 12:34 WIB

Gatot dan KAMI Surabaya Dibubarkan Polisi, Syahganda: Terkait Komunis?

KAMI akan menginvestigasi apakah itu terkait dengan isu Komunisme yang dibicarakan atau lainnya

Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI dan Deklarator KAMI

Jakarta, Jurnas.com - Pembubaran acara silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Jawa Timur menjadi sorotan publik. Terlebih acara itu dihadiri Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo selaku deklarator KAMI.

Terkait hal ini, salah satu inisiator KAMI, Syahganda Nainggolan mengaku sangat prihatin atas pembubaran acara yang konstitusional tersebut. Ia pun menegaskan bahwa KAMI akan melakukan investigasi atas insiden tersebut.

"KAMI akan menginvestigasi apakah itu terkait dengan isu Komunisme yang dibicarakan atau lainnya," ujar Syahganda dalam akut twitternya, Senin (28/9/2020).

Ia meminta semua anggota dan simpatisan KAMI tetap semangat. Khususnya untuk arek-arek Suroboyo yang punya idealisme tinggi Menyelamatkan Indonesia.

"Hebat Pak Gatot, bisa memencing anak cucu cicit cocot PKI keluar dari sarang nya, lanjutkan Pak Gatot," demikian dibalas dalam ciutan Syahganda.

Video amatir merekam pembubaran acara KAMI di Surabaya. Dalam video itu tampak Gatot Nurmantyo yang sedang berada di atas podium dihampiri seseorang berbaju kemeja putih. Kepada hadirin, ia menjelaskan jika orang tersebut berasal dari Kepolisian.

"Ini bapak ini dari Polda, dari kepolisian. Saya katakan KAMI ini adalah organisasi yang konstitusional," kata Gatot.

Sementara, orasi demonstran dengan pengeras suara terus berdengung, dibelakang barikade polisi yang mengamankan. Sementara Gatot berjalan menuju mobil dalam pengawalan polisi.

"Kalau polisi minta dibubarkan, di sana juga bubar di sini bubar. Mari kita bubar ikuti apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian," ucap Gatot kepada peserta silaturahmi.

"Mohon maaf kalau mengganggu semua sehingga ada demo di depan. Terima kasih," tegas Gatot.

TAGS : KAMI Gatot Nurmantyo Komunis




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :