Minggu, 01/11/2020 04:42 WIB

Gizi Membaik, GAIN dan JP2GI Dorong Terus Kemajuan UMKM

GAIN bersama JP2GI terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap makanan.

Program IPLAN GAIN Terus Mendukung Peningkatan UMKM di Indonesia. (Foto : Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Hari Kesadaran Internasional tentang susut dan limbah pangan (International Day Awareness on Food Loss and Waste) yang jatuh besok, 29 September 2020 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap susut dan limbah pangan.

GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) Indonesia dan Jejaring Pasca-¬‐Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) terus berupaya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang kepedulian terhadap susut dan limbah pangan menuju ketahanan pangan dan gizi ditingkat nasionalhingga pelosok nusantara.

GAIN bersama JP2GI terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap makanan . Melalui Hari Kesadaran Internasional Tentang Susut dan Limbah Pangan, kamiberupaya mempromosikan riset dan inovasi agar tidak ada makanan yang terbuang. Menyedihkan kalau makanan sudah susah-¬‐susah kita produksi harus rusak dan terbuang sebelum sampai ke konsumen karena kurangnya teknologi, infrastruktur, dan inovasi. Kami percaya meningkatnya kesadaran untuk mengurangi kerusakan dan sampah makanan akan meningkatkan ketahanan pangandan gizi,sertakesejahteraan petani nelayan danmasyarakat," ungkap County Director GAIN Indonesia, Ravi Menon dalam keteragan persnya, Minggu (27/9/2020) yang diterima jurnas.com.

Ia menambahkan, berbagi pengetahuan dan pembelajaran tentang susut hasil pascapanen serta upaya pengurangannya dipandang efektif untuk perbaikan gizi masyarakat dan menata sistem pangan agar lebih baik, khususnya di bidang perikanan.

"Kita juga berupaya berkolaborasi dengan semua stakeholderpangan di Indonesia untuk menurunkan susut hasil dan limbah pangan pascapanen dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). BersamaJP2GI sebagai perkumpulan di Indonesia yang peduli dengan isu pengurangan susut danlimbah pangan dan perbaikan gizi masyarakat, GAINterus berupaya memberikan pembelajaran terkait susut hasil dan limbah pangan pascapanen (food post-¬‐harvest loss and waste) di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu,Hasanudin Yasni, penasehat JP2GI mengatakan, GAIN bersama JP2GI terus mendorong praktik baik UMKM(Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk mengurangi susut hasil dan limbah pangandengan cara melakukan berbagai langkah.

“Salah satu langkah yang paling penting agar susut dan limbah berkurang adalah dengan mengurangi kerusakan pangan dengan memperbaiki rantai dingin”, jelas Hasanuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).

Menurutnya,  UMKM saat ini memerlukan bantuan kendaraan berpendingin di dalam distribusi produknya. Pemesanan online di masa pandemi menjadi marak, tetapi daya belisangat terbatas. Sebelum pandemi mereka dapat menyimpan bahan baku lebih banyak dalam waktu lebih lama, namun saat ini lebih ke day by dayatau maximum one-¬‐week storagedi pendingin (refrigerator).

“Pemesanan online yg dilakukan supermarket besar belum banyak dan dibatasi denganjarak dan waktu tempuh untukdistribusi frozen food tersebut. Layaknya seperti taxi online yang mendapat pembiayaan mudah, motor pendingin (reefer mini vehicle)juga seharusnya menjadi prioritas kedepan”, ungkap Hasanuddin.

“Seluruh perusahaan yang disurvei melaporkan telah mengambil tindakan untuk mendukung kesehatan dan keselamatan karyawan.

Tindakan ini termasuk menyediakan peralatan perlindungan pribadi (94%), membersihkanarea kerja lebih sering (64%) dan mengambil tindakan pencegahan khusus untuk staf berisiko tinggi (28%)," sambung Ketua JP2GI, Dr. Soen`an Hadi Poernomo

Dilanjutnya, pemerintah juga diharapkan memberikan bantuan baik berupa dukungan keuangan dan dukungan teknis agar bisa bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19 yang berpotensi merugikan perusahaan yang gagal menjual produknya yang berpotensi menyebabkan limbah.

TAGS : GAIN JP2GI Gizi Ikan UMKM Covid




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :