Kamis, 22/10/2020 14:10 WIB

Genjot Pariwisata, Kemenparekraf Anggarkan Rp3,8 Triliun

Hibah pariwisata diberikan kepada 85 daerah atau kabupaten dan kota yang paling terdampak di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif

Menparekraf Whisnutama Kusubandio (Humas Kemenparekraf)

Jakarta, Jurnas.com - Program Pemulihan Ekonomi Nasional bidang pariwisata menjadi perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Terbukti, sekaitan itu dialokasikan anggaran Rp3,8 triliun.

Anggaran itu akan digunakan untuk hibah daerah, sertifikasi pelaku usaha, stimulus reaktivasi pariwisata, hingga penyediaan fasilitas hotel untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Whisnutama menjelaskan hibah pariwisata diberikan kepada 85 daerah atau kabupaten dan kota yang paling terdampak di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu daerah meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga kepercayaan wisatawan terbangun. Adapun daerah yang akan menerima hibah ialah yang tergolong dalam kriteria kementerian.

Kriteria yang dimaksud antara lain daerah yang termasuk sepuluh destinasi pariwisata prioritas, ibu kota, destinasi branding, daerah yang termasuk 100 calender of events, dan daerah dengan 15 persen pendapatan terbesar dari pajak hotel dan pajak restoran (PHPR).

Mekanisme pencairan hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah. Skema bantuan itu terdiri atas 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 dan 30 persen untuk penanganan dampak ekonomi-sosial akibat Covid-19.

Sementara itu, stimulus reaktivasi pariwisata akan diberikan dalam bentuk diskon 50 persen paket pelancongan kepada masyarakat. Stimulus ini dikucurkan setelah imunisasi vaksin berjalan.

“Kemudian terdapat sertifikasi CHSE secara gratis dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan buku panduan dari Kemenparekraf sebagai pedoman penerapan,” ucap Wishnutama.

Lebih lanjut, anggaran stimulus juga akan dipakai untuk menyiapkan hotel bintang tiga sebagai tempat isolasi mandiri, termasuk penyediaan fasilitas makan dan minum. Area hotel sebagai titik isolasi mandiri difokuskan di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Bali.

Berdasarkan rencana Kemenparekraf, jumlah fasilitas hotel yang disediakan bisa menampung 14.000 pasien dalam waktu 14 hari karantina hingga periode Desember 2020.

Saat ini, dia memastikan sudah ada 17 hotel yang diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dengan daya tampung 3.290 kamar.

TAGS : Pariwisata Kemenparekraf Whisnutama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :