Rabu, 21/10/2020 19:40 WIB

Bupati Banyuwangi Siap Hadapi Preferensi Turis pasca Pandemi

Selain melakukan sertifikasi terhadap warung dan restoran yang telah menerapkan protokol kesehatan, para pemandu lokal (tour guide) juga ditingkatkan kompetensinya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi preferensi wisawatan pasca pandemi Covid-19, yang dipastikan bakal berubah dari sebelumnya.

Selain melakukan sertifikasi terhadap warung dan restoran yang telah menerapkan protokol kesehatan, para pemandu lokal (tour guide) juga ditingkatkan kompetensinya.

"Tour guide kami sertifikasi kembali, demikian pula pekerjaan berbasis digital. Karena kalau dulu orang naik ke (Gunung) Ijen tidak dibatasi, sekarang dibatasi. Mereka pesannya online," papar Azwar Anas.

Azwar Anas mengakui, bukan perkara mudah untuk mengembalikan gairah pariwisata yang selama ini menjadi penopang kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.

Kendati demikian, dia optimistis akan terjadi pemulihan bertahap, salah satunya dengan mengedepankan sektor perhotelan berkonsep outdoor.

Di era pandemi, kata Azwar Anas, okupansi perhotelan di Banyuwangi dengan konsep staycation terus naik. Okupansi hotel bahkan naik menjadi 90-100 persen setiap akhir pekan.

"Hal ini juga tidak luput dari direkomendasikannya Banyuwangi oleh Kemenko Marves menjadi salah satu destinasi perjalanan dinas dan rapat kementerian dan lembaga pada Juli lalu," ujar dia.

Destinasi agrowisata Tamah Suruh misalnya, berhasil menarik wisatawan dengan konsep outdoor dan restaurant ala Kyoto, di mana semua makanan yang ditawarkan sangat sehat, direbus dan tidak digoreng, dikukus, serta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Misalnya mengharuskan pengunjung membawa surat hasil rapit test non reaktif," tutup Azwar Anas.

TAGS : Dampak Covid-19 Pariwisata Banyuwangi Azwar Anas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :