Jum'at, 23/10/2020 03:29 WIB

Rasa Takut Hewan Terhadap Predator Hilang Usai Berinteraksi dengan Manusia

Penelitian baru menunjukkan bahwa hewan mulai kehilangan rasa takutnya terhadap predator begitu mereka mulai bertemu manusia secara teratur.

ilustrasi hewan (foto: UPI)

Jakarta, Jurnas.com - Penelitian baru menunjukkan bahwa hewan mulai kehilangan rasa takutnya terhadap predator begitu mereka mulai bertemu manusia secara teratur.

Untuk penelitian tersebut, para ilmuwan mensurvei temuan dari 173 makalah yang ditinjau oleh rekan sejawat tentang perilaku dan sifat penghindaran predator yang digunakan oleh 102 spesies mamalia, burung, reptil, ikan dan moluska yang dijinakkan, ditangkarkan dan di perkotaan.

Analisis tersebut, yang diterbitkan Selasa di jurnal PLOS Biology , menunjukkan sifat dan perilaku penghindaran predator, termasuk kewaspadaan, kedinginan, dan melarikan diri, menurun akibat paparan terhadap manusia.

Para peneliti menemukan variasi individu dalam karakteristik anti-predator meningkat pada paparan awal spesies terhadap manusia, tetapi kemudian secara bertahap menurun setelah beberapa generasi mulai intens berinteraksi dengan manusia.

"Meskipun sudah diketahui dengan baik bahwa fakta bahwa dilindungi oleh manusia menurunkan kapasitas anti-predator pada hewan, kami tidak tahu seberapa cepat hal ini terjadi dan sejauh mana hal ini dapat dibandingkan di antara konteks," kata pemimpin peneliti Benjamin Geffroy, ahli biologi di Universitas. dari Montpellier di Prancis, dilansir UPI, Rabu (23/09).

Temuan menunjukkan fleksibilitas perilaku memungkinkan peningkatan awal dalam variabilitas sifat anti-predator, tetapi para peneliti menduga perubahan genetik memperkuat penurunan dalam penghindaran predator saat generasi berikutnya menyesuaikan diri dengan keberadaan manusia.

Dalam studi yang dianalisis oleh Geffroy dan rekan-rekannya, hewan peliharaan kehilangan sifat anti-predator mereka jauh lebih cepat daripada hewan perkotaan, yang dapat menyebabkan masalah ketika spesies peliharaan atau urban dilepaskan kembali ke alam liar.

"Kami juga mengintegrasikan ciri-ciri fisiologis dalam penelitian ini tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan ciri-ciri perilaku," kata Geffroy.

"Kami yakin mereka harus diselidiki secara sistematis untuk menggambarkan pola global tentang apa yang terjadi di tingkat individu."

"Kami membutuhkan lebih banyak data untuk memahami apakah ini terjadi juga dengan kehadiran wisatawan belaka."

TAGS : Hasil Penelitian Hewan Liar Interaksi Manusia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :