Sabtu, 31/10/2020 06:23 WIB

Trump ke Yahudi: Jika Saya Kalah, Israel Dalam Masalah Besar

Menyarankan orang Yahudi memiliki loyalitas ganda antara Israel dan negara mereka sendiri dianggap anti-Semit oleh banyak orang.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan kepada orang-orang Yahudi Amerika bahwa dia mencintai negara Israel, yang memicu kritik bahwa dia menggunakan kiasan anti-Semit agar orang Yahudi memilihnya saat pemilu AS.

Saat berbicara dengan para pemimpin Yahudi pada hari raya penting Yahudi Rosh Hashanah, Trump mengalihkan pembicaraan ke kampanyenya untuk terpilih kembali sebagai presiden, dan menekankan pentingnya orang-orang Yahudi memilihnya, dimana ia memperingatkan jika dia tidak menang maka Israel dalam masalah besar.

"Dan saya harus mengatakan ini, apa pun yang dapat Anda lakukan pada tanggal 3 November akan menjadi sangat penting karena jika kami tidak menang, Israel dalam masalah besar," kata Trump dilansir Middleeast, Selasa (21/09).

“Apa yang benar-benar membuat saya takjub, dan saya harus memberi tahu Anda karena saya melihat jajak pendapat, bahwa dalam pemilihan terakhir saya mendapat 25% suara Yahudi. Dan saya berkata di sini saya memiliki menantu laki-laki dan seorang putri yang seorang Yahudi, saya memiliki cucu yang cantik yang adalah seorang Yahudi," tambahnya.

"Ini benar-benar saat yang sangat penting dalam kehidupan Israel dan keselamatan Israel. Dan kami akan melakukan pekerjaan dengan baik."

“Jika pihak lain masuk semua taruhan dibatalkan. Saya pikir itu akan menjadi cerita yang berbeda. Saya pikir itu akan menjadi sebaliknya."

Ini bukan pertama kalinya Trump menyarankan orang-orang Yahudi Amerika memiliki kesetiaan ganda antara AS dan Israel, pada tahun 2019 ia menuduh orang Yahudi Amerika yang memilih Demokrat, mereka menunjukkan "ketidaksetiaan yang besar" kepada Israel dengan tidak memilihnya dalam pemilihan sebelumnya.

Trump telah mendapatkan reputasi sebagai orang yang sangat pro-Israel, termasuk mengakui Dataran Tinggi Golan yang diduduki sebagai wilayah Israel, memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem, meluncurkan " rencana perdamaian " yang akan membuat Palestina hancur menjadi kantong dengan terowongan yang menghubungkan Tepi Barat dan Gaza, dan telah mengawasi normalisasi bersejarah antara negara-negara Arab Bahrain dan UEA dengan Israel.

Dia juga dinyatakan sebagai kiriman dari tuhan untuk menyelamatkan Israel dari Iran oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

TAGS : Donald Trump Orang Yahudi Pemilu AS




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :