Rabu, 21/10/2020 19:54 WIB

Bahrain Sebut Gagalkan Serangan Teroris yang Didukung Iran

Kemendagri Bahrain menemukan kelompok baru yang disebut

Bendera kebangsaan Bahrain (Foto: AA)

Dubai, Jurnas.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahrain mengatakan, pihaknya telah menggagalkan serangan teroris awal tahun 2020 yang disebut didukung Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Pada Minggu (20/9) televisi Saudi Al-Ekhbariya dan surat kabar Akhbar al-Khaleej mengatatakan, Kemendagri Bahrain menemukan kelompok baru yang disebut "Brigade Qassem Soleimani" sedang merencanakan menyerang beberapa struktur publik dan keamanan di Bahrain.

"Kami ingin memperjelas bahwa kasus ini kembali ke awal 2020 dan saat ini sedang diperiksa oleh pengadilan terkait," kata pernyataan Kemendagri Bahrain, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Otoritas Iran tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Di masa lalu, Teheran membantah terlibat dalam urusan dalam negeri Bahrain.

Bahrain, tuan rumah Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan operasi angkatan laut internasional lainnya, sering menuduh Muslim Syiah Iran berusaha menumbangkan kerajaan, yang memiliki mayoritas Syiah dan diperintah Sunni.

Bahrain adalah satu-satunya negara Teluk Arab yang menyaksikan pemberontakan pro-demokrasi yang cukup besar di "Musim Semi Arab" 2011, dari gerakan oposisi yang sebagian besar Syiah, yang dibatalkan dengan bantuan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Laporan oleh Akhar al-Khaleej mengatakan serangan yang gagal itu direncanakan untuk membalas pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani pada Januari di Irak oleh serangan pesawat tak berawak AS.

Dikatakan pasukan keamanan menggagalkan plot tersebut setelah menemukan alat peledak di daerah Badei yang dimaksudkan untuk menargetkan delegasi asing yang sedang berkunjung.

Surat kabar itu mengatakan sebuah kasus sedang disiapkan terhadap 18 terdakwa, sembilan di antaranya sekarang berada di Iran. (Reuters)

TAGS : Kemendagri Bahrain Negara Teluk Timur Tengah Amerika Serikat Brigade Qassem Soleimani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :