Minggu, 25/10/2020 11:51 WIB

Kementan Minta Kostratani Bantu Kostraling Tingkatkan Pendapatan Petani

Di tengah pandemi virus corona (COVID-19) saat ini, diskusi melalui sarana digital sangat penting.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Badan Penyuuhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), dalam kegiatan Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP) yang digelar secara virtual pada Selasa 8 Agustu 2020.

Lamongan, Jurnas.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong agar Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) mendukung Komando Strategis Penggilingan Padi (Kostraling) meningkatkan pendapatan petani.

Syahrul mentakan, melalui Kostratani seluruh insan pertanian bisa bersama-sama, saling memahami, dan mencari solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi.

"Kostratani menjadi rumah bersama, menjadi dapur bersama untuk satu arah dengan kebijakan pusat untuk seluruh Indonesia dan untuk stakeholder pertanian. Kostratani itu mendorong kostraling," kata Syahrul saat menyapa penyuluh pertanian via daring Jumat (18/9).

Pada kesempatan yang sama, Syahrul juga menyampaikan bahwa di tengah pandemi virus corona (COVID-19) saat ini, diskusi melalui sarana digital sangat penting.

Khususnya untuk insan pertanian, lanjut mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu, diskusi bisa dilakukan melalui Kostratani yang terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian (Kementan).

"Efektifitas kebijakan itu lahir dari diskusi ke diskusi. Saya sengaja memberikan nama War Room dan Kostratani. Tidak bermaksud apa-apa, namun intinya ada satu komando. Jadi, Kostratani itu ruang untuk bertemu, ruang untuk berdiskusi bagi semua insan pertanian," tegas Syahrul. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menambahkan, hal itu juga yang mendorong Kementan memperkuat peran dan fungsi BPP menjadi Kostratani.

"Dan itu juga alsan mengapa kita hadir di sini, di Lamongan, untuk memperkuat peran dan fungsi BPP. Tadi saya mendapat info bahwa di Lamongan ada sekitar 27 BPP, sesuai dengan jumlah kecamatan," ujar Dedi.

"Artinya, setiap kecamatan sudah ada BPP-nya. Dan ternyata BPP di Kabupaten Lamongan ini sudah terkoneksi 100% dengan AWR Kementerian Pertanian. ini prestasi yang luar biasa menurut saya," sambungnya.

Dengan data itu, Dedi menilai seluruh BPP yang ada di Lamongan sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsInya dengan baik, seperti sebagai pusat data dan informasi pertanian, maupun sebagai tempat konsultasi dan belajar petani.

"Alhamdulillah di sini sudah berjalan fungsi BPP sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian. Dan buktinya dari laporan-laporan yang dikirimkan dari kantor BPP ke Kementerian Pertanian. Tentu selain itu ada juga laporan yang diserahkan ke dinas pertanian kabupaten Lamongan ini," katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Lamongan, M Fadeli mengatakan, Lamongan memiliki 27 BPP di 27 kecamatan, dengan penyuluh berjumlah 153 orang.

"Saya yakin penyuluh kita berkualitas. Namun, tetap saya dukung upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM. Agar SDM di Lamongan semakin baik lagi," katanya.

TAGS : BPP Kostratani BPP Lamongan Dedi Nursyamsi Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :