Selasa, 27/10/2020 15:27 WIB

Filipina Pertimbangkan Izinkan Perawat Kerja di Luar Negeri

Selama ini mereka merasa dibayar rendah, dihargai rendah, dan tidak terlindungi di dalam negeri sendiri.

Para tenaga medis Turki sedang merawat pasien Covid-19. Foto: Ist

Manila, Jurnas.com -  Juru bicara Presiden Rodrigo DuterteHarry Roque mengatakan, Filipina sedang mempertimbangkan aturan yang memungkinkan lebih banyak perawat dan profesional medis lainnya untuk pergi bekerja di luar negeri.

Sebelumnya, larangan perjalanan ketat diberlakukan kepada para tenaga medis ini, membuat mereka harus lebih banyak berada di rumah masing-masing selama pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

Dilansir dari Reuters, ribuan perawat, yang menyebut diri mereka "priso-nurses" mengimbau pemerintah agar diizinkan bepergian. Selama ini mereka merasa dibayar rendah, dihargai rendah, dan tidak terlindungi di dalam negeri sendiri.

Petugas kesehatan dari Filipina berada di garis depan selamapandemi di rumah sakit di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Timur Tengah serta di kampung halaman.

Menteri Tenaga Kerja mengusulkan untuk memperluas pengecualian bagi mereka yang memiliki kontrak di luar negeri per 31 Agustus. Sejauh ini hanya mereka yang memiliki kontrak pada 8 Maret yang diizinkan untuk bepergian.

Roque mengatakan kepada konferensi pers bahwa proposal untuk relaksasi akan diberikan pada Senin depan kepada Presiden Duterte, yang akan memberikan keputusan akhir.

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, yang menyerukan pencabutan larangan tersebut, mengatakan Filipina memiliki 400.000 lulusan perawat tidak memiliki pekerjaan.

Di Jerman, terdapat 430 dokter dan perawat per 10.000 orang. Di Filipina, ada 65 orang.

 

Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello mengatakan kepada perawat pada 11 September bahwa dia yakin presiden akan mendukung proposalnya untuk melonggarkan larangan perjalanan. Dia mengatakan pencabutan total larangan itu dalam studi serius.

"Meskipun kami tidak ingin perawat kami pergi, mereka dirugikan. Mereka tidak memiliki pekerjaan di sini dan bahkan jika mereka melakukannya, gajinya rendah," kata Bello saat mendesak perawat untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Filipina memiliki jumlah infeksi COVID-19 tertinggi yang tercatat di Asia Tenggara dengan 276.289. 4.785 kematiannya adalah yang kedua setelah Indonesia. Per Kamis (17/9), sebanyak 3.375 infeksi baru dan 53 kematian lainnya akibat COVID-19. (Channelnewsasia)

TAGS : Virus Corona Tenaga Media Filipina Rodrigo Duterte Harry Roque




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :