Selasa, 27/10/2020 07:29 WIB

Di Pesantren Asy Syujaaiyyah Pangandaran, Gus Jazil Ajak Santri Jaga dan Kuatkan Empat Pilar

Bila dalam agama Islam ada Rukun Islam dan Rukun Iman, maka 4 Pilar merupakan rukun dalam berbangsa dan bernegara Indonesia.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid silaturahmi sekaligus sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Asy Syujaa’iyyah, Dusun Cintasari, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 16 September 2020. (Foto: MPR)

Pangandaran, Jurnas.com - “Saya bersyukur bisa bersilaturahmi di sini”, ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. “Silaturahmi bisa menambah umur dan rejeki”, tambahnya.

Ungkapan demikian disampaikan Jazilul Fawaid saat berada di antara santri, aktivis PMII, Pemuda Ansor, dan element masyarakat lain yang berkumpul di Pondok Pesantren Asy Syujaa’iyyah, Dusun Cintasari, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 16 September 2020.

Diungkapkan, kehadiran dirinya di pesantren tersebut untuk melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan 4 Pilar MPR. “Saya hadir di sini mengajak santri untuk terus menjaga dan menguatkan nilai-nilai 4 Pilar”, ujar Jazilul Fawaid.

Empat pilar dikatakan oleh Jazilul Fawaid merupakan warisan para pendiri bangsa. “Bila dalam agama Islam ada Rukun Islam dan Rukun Iman, maka 4 Pilar merupakan rukun dalam berbangsa dan bernegara Indonesia”, paparnya. “Sehingga wajib hukumnya untuk menjaga 4 Pilar”, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jazilul Fawaid memuji peran para ulama dan santri dalam ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Diungkapkan, ulama dan santri mempunyai peran besar kepada negeri ini. Peran yang dimainkan oleh ulama dan santri tak hanya pada masa-masa itu.

Dalam masa reformasi, banyak ulama menjadi pemimpin, “banyak ulama menjadi kepala daerah bahkan ada yang menjadi Wakil Presiden bahkan Presiden”, tuturnya. Pangandaran menjadi kabupaten pun juga ada peran para ulama. Dari paparan itu maka pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu menyebut nilai-nilai 4 Pilar ada di pesantren.

Sebagai sosok yang mempunyai peran penting, para ulama merupakan tempat bertanya dari masyarakat. Dari sinilah Jazilul Fawaid mengatakan ulama mempunyai tempat terhormat di masyarakat.

Gus Jazil berharap agar kondisi ulama, santri, dan pesantren terus diperhatikan. Ia mengakui peran ulama, santri, dan pesantren semakin diakui oleh pemerintah dan DPR.

“Bangsa Indonesia saat ini memiliki Hari Santri”, ujarnya. Bukti lain semakin diakui adalah adanya UU Pesantren. “Sebagai wakil rakyat kita telah berhasil membuat UU Pesantren”, ungkapnya. “Dengan adanya undang-undang itu membuktikan pesantren semakin diakui”, tambahnya.

Saat di Pangandaran, Jazilul Fawaid juga mengunjungi Cukang Teneuh atau yang popular disebut Green Canyon. Suatu wisata alam susur sungai yang masih alami dan penuh dengan keindahan alam.

Dengan mengelola wisata alam secara tepat maka hal yang demikian akan mengimbas pada kesejahteraan warga sekitar. “Saya berharap potensi wisata alam yang ada mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar”, ujar alumni PMII itu.

Tak hanya Green Canyon yang menjadi andalan Pangandaran. Di kabupaten ini juga terbentang pantai selatan. Saat berada di Pangandaran, Jazilul Fawaid melintas di sepanjang pantai itu.

Salah satu pantai yang ada adalah Pantai Barat. Pantai ini biasa digunakan wisatawan untuk melihat matahari terbenam. Jazilul Fawaid kagum dengan keindahan pantai yang ada.

"Pantai di Pangandaran juga perlu dipromosikan lebih massif lagi agar mampu mendatangkan wisatawan", paparnya. Di tepian pantai masih terhampar tanah-tanah yang masih banyak ditumbuhi pepohonan sehingga membuat suasana menjadi lebih menyegarkan.

Saat di Pangandaran pedagang merasa bersyukur atas kedatangan rombongan Jazilul Fawaid. Kehadiran mereka disebut membuat dagangan makanan dan minuman seperti mie rebus, krupuk, kopi, teh, dan es kelapa muda, menjadi terjual. Selama pandemi Covid-19 diakui, dagangannya sepi. "Allhamdulillah kedatangan Bapak Jazilul kita jadi laris", ujar ibu pemilik warung di area parkiran Green Canyon.

Menyingkapi hal demikian, Jazilul Fawaid tetap menekankan proses penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan dalam segala lini kehidupan. "Termasuk di dunia pariwisata", tuturnya. "Bila beraktivitas, kita wajib menerapkan protokol kesehatan", paparnya.

TAGS : Kinerja MPR Jazilul Fawaid Ulama Green Canyon Pangandaran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :