Rabu, 23/09/2020 16:35 WIB

AS Dakwa Warga China dan Malaysia Pelaku Peretasan Global

Tiga dari warga China beroperasi melalui Chengdu 404, sebuah perusahaan yang berbasis di Sichuan yang konon menawarkan layanan keamanan jaringan untuk bisnis lain.

Ilustrasi hacker (Foto: EPA)

Washington, Jurnas.com -  Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mendawa lima warga negara China dan dua warga Malaysia menjalankan operasi peretasan global selama setidaknya enam tahun. Mereka mencuri identitas dan teknologi video game, menanam ransomware, dan memata-matai aktivis Hong Kong.

Tiga dari warga China beroperasi melalui Chengdu 404, sebuah perusahaan yang berbasis di Sichuan yang konon menawarkan layanan keamanan jaringan untuk bisnis lain.

Mereka meretas komputer dari ratusan perusahaan dan penyelenggara di seluruh dunia untuk mengumpulkan identitas, membajak sistem untuk tebusan, dan menggunakan ribuan komputer dari jarak jauh untuk menambang cryptocurrency seperti bitcoin.

Dua warga negara China lainnya yang sebelumnya bekerja di Chengdu 404, dan dua warga Malaysia, didakwa melakukan peretasan ke perusahaan game besar untuk mencuri rahasia dan "artefak game", kemungkinan chit serta kredit game yang bisa diperjualbelikan.

Ketujuh orang tersebut telah lama dikenal oleh para ahli keamanan siber sebagai organisasi peretasan "APT41", yang diidentifikasi dari alat dan teknik bersama mereka. Dalam surat dakwaan juga disebutkan dugaan kelompok tersebut ada kaitan dengan pemerintah China, meskipun tak dijelaskan kaitannya.

Namun, berdasarkan catatan salah seorang peretas Chengdu 404, Jiang Lizhi, pernah mengatakan kepada rekannya pada 2012 bahwa ia dilindungi Kementerian Keamanan Negara Tiongkok, dan mengindikasikan bahwa mereka dilindungi jika tidak meretas di dalam negeri.

"Beberapa dari pelaku kriminal ini percaya bahwa hubungan mereka dengan RRT memberi mereka lisensi gratis untuk meretas dan mencuri di seluruh dunia," kata jaksa federal Michael Sherwin dalam sebuah pernyataan.

Dakwaan tersebut tidak menunjukkan motivasi politik langsung di balik aktivitas peretas, meskipun mereka mendapatkan akses ke sistem komputer pemerintah di India dan Vietnam.

Namun, dakwaan tersebut mengatakan, pada 2018, Chengdu 404 menggelar program untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang terlibat dalam gerakan demokrasi Hong Kong, pada grup media AS yang melaporkan perlakuan terhadap minoritas Uighur di wilayah Xinjiang China, dan pada seorang biksu Buddha Tibet.

Ketujuh orang tersebut menghadapi berbagai tuduhan termasuk penipuan komputer dan kawat, pencurian identitas, pencucian uang, dan pemerasan.

Kelima warga China itu masih buron, tetapi dua warga Malaysia itu ditangkap di Malaysia pada Senin dan AS sedang mengupayakan ekstradisi mereka. (AFP)

 

TAGS : Amerika Serikat Peretas China Peretas Malaysia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :