Senin, 21/09/2020 02:57 WIB

Trump Berharap Saudi Segera Berdamai dengan Israel

Trump berharap Arab Saudi segera melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel, menyusul kesepakatan damai yang telah ditempuh oleh Bahrain dan Uni Emirat Arab di Gedung Putih sebelumnya.

Foto menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri), Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (tengah), dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: via Presstv)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap Arab Saudi segera melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel, menyusul kesepakatan damai yang telah ditempuh oleh Bahrain dan Uni Emirat Arab di Gedung Putih sebelumnya.

Kepada awak media, Trump mengatakan bahwa Kerajaan Saudi termasuk di antara beberapa negara yang dia yakini berada di ambang hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Dia mengatakan bahwa setelah berbicara dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, dia optimistis negara itu akan melakukannya pada waktu yang tepat.

"Setidaknya ada lima atau enam negara yang akan datang dengan sangat cepat. Mereka ingin melihat perdamaian. Mereka sudah lama bertengkar. Mereka adalah negara yang bertikai, tetapi mereka lelah berperang," kata Trump dikutip dari Middle East Monitor pada Rabu (16/9).

"Anda akan melihat banyak aktivitas yang sangat hebat. Ini akan menjadi perdamaian di Timur Tengah, sebagian besar negara di Timur Tengah ingin menandatangani kesepakatan ini," sambung dia.

Pernyataan Trump muncul usai UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan damai dengan Israel di halaman Gedung Putih pada Selasa (15/9) kemarin, yang memicu kemarahan di Timur Tengah, dan terutama di lingkaran Palestina.

Qatar telah menolak normalisasi hubungan dengan Israel, menekankan bahwa tindakan tersebut bukan inti dari perjuangan Israel-Palestina.

Berbicara kepada Bloomberg pada Senin lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Lolwah Rashid Al-Khater menegaskan, "Kami tidak berpikir bahwa normalisasi adalah inti dari konflik ini dan karenanya tidak bisa menjadi jawabannya."

TAGS : Donald Trump Amerika Serikat Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :