Rabu, 23/09/2020 16:26 WIB

Banding Kasus Pejudo Iran Masuk Tahap Persidangan

CAS akan melakukan persidangan banding yang diajukan oleh Federasi Judo Iran, pada Kamis (17/9) besok, terhadap penangguhan yang dijatuhkan oleh Federasi Judo Internasional (IJF) tahun lalu.

Pejudo Iran (Foto: DW)

Bern, Jurnas.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) akan melakukan persidangan banding yang diajukan oleh Federasi Judo Iran, pada Kamis (17/9) besok, terhadap penangguhan yang dijatuhkan oleh Federasi Judo Internasional (IJF) tahun lalu.

Dikutip dari DW pada Rabu (16/9), konsekuensi penangguhan yang dijatuhkan oleh IJF mencegah judoka Iran ikut serta dalam kompetisi di bawah IJF.

Larangan itu diberikan beberapa minggu setelah insiden di Kejuaraan Judo Dunia 2019 di Tokyo, ketika juara bertahan Saeid Mollaei dengan sengaja kalah dalam pertarungan semifinal, untuk menghindari kemungkinan melawan Israel.

Mollaei, yang memutuskan tinggal di Jerman pasca turnamen, mengatakan telah memilih untuk melakukan pertarungan setelah beberapa panggilan telepon dan panggilan video dari pejabat tinggi Iran.

Melalui pelatihnya, para ofisial memperingatkan dia agar tidak memenangkan semifinal, karena seorang judoka Israel diunggulkan untuk memenangkan semifinal lainnya.

Tak lama setelah tiba di Jerman tahun lalu, juara kelas 81 kilogram di Kejuaraan Dunia 2018 itu mengungkapkan bahwa dia tidak punya pilihan, selain menghindari memenangkan semifinalnya di Tokyo, baik dengan melakukan pertarungan, atau berpura-pura cedera seperti yang dia lakukan pada kesempatan sebelumnya.

"Saya harus menuruti perintah," kata Mollaei.

"Bukan hanya saya, tetapi seluruh dunia tahu konsekuensi macam apa yang akan terjadi jika saya menolak. Jadi saya mematuhi hukum untuk menghindari masalah apa pun bagi diri saya atau keluarga saya," sambung dia.

Sementara itu, Federasi Judo Iran telah menolak tuduhan tersebut.

"Federasi Judo Iran menyatakan bahwa Tuan Saeid Mollaei tidak pernah diinstruksikan oleh otoritas Iran dan Federasi Judo Iran untuk mundur dari kompetisi untuk menghindari potensi pertandingan melawan atlet Israel," kata Federasi Judo Internasional dalam pernyataannya pada Oktober 2019.

Mollaei adalah satu dari tiga warga Iran yang akan bersaksi di sidang banding CAS, di mana Republik Islam Iran berusaha untuk membatalkan larangan berkompetisi dalam acara judo internasional.

Yang lainnya adalah Mohammad Mansouri, mantan pelatih tim judo nasional Iran, dan mantan judoka Iran Vahid Sarlak, yang kini menjadi pelatih Tajikistan.

Seperti halnya Mollaei, Sarlak diperintahkan oleh negaranya untuk menghindari peluang melawan Israel, yang menyebabkan dia memilih untuk tidak kembali ke negaranya dari Belanda setelah Kejuaraan Dunia 2009.

Mollaei dan Sarlak sama sekali tidak sendirian dalam hal ini. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa atlet top Iran lainnya memilih untuk tidak kembali ke Republik Islam, karena aturan tidak tertulis yang melarang bertanding melawan atlet Israel.

TAGS : Sidang Banding Iran Federasi Judo Internasional




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :