Selasa, 29/09/2020 01:14 WIB

Petani Klaten Tanam Kacang Hijau di Musim Kemarau

Dengan mengoptimalkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh dan petani bersinergi di musim tanam musim tanam ke III di hampir semua desa di Kecamatan Cawas, pada lahan seluas 1700 hektare.

Dinas pertanian melakukan pengecekan kacang hijau petani. (Foto: Ist)

Klaten, Jurnas.com - Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk musim tanam ke III (musim kemarau) tahun ini memilih menanam kacang hijau. Varietas yang digunakan adalah Vima 1 hingga 5.

Klebihan kacang hijau varietas Vima tersebut berumur pendek di bawah 56 hari dan bisa panen serempak, sehingga petani bisa menghemat biaya panen. Jika 85% masak dan panen serempak, hal ini bisa menjadi daya ungkit komoditas tersebut kacang hijau sebagai komoditas pilihan petani.

Dengan mengoptimalkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyuluh dan petani bersinergi di musim tanam musim tanam ke III di hampir semua desa di Kecamatan Cawas, pada lahan seluas 1700 hektare.

Ketua KTNA Kecamatan Cawas menyatakann, Ngadiyana petani memilih menanam kacang hijau karena daya tumbuhnya bagus dan tahan kering dibanding kedelai, disamping itu harga saat panen juga sebagai alasan memilih kacang hijau.

Menurut Ngadiyana, varietas Vima 4 yang mempunyai potensi hasil 2,32 ton per hektere biji kering. Selain itu, varietas Vima 4 dan Vima 5 bisa dipanen serempak (80-85%), umur masak 56 hari.

Sementara itu, penyuluh sekaligus petugas teknis di Kecamatan Cawas, Tut Wuri Handayani mengatakan, aat ini sebagian besar petani di wilayah kecamatan Cawas beralih menanam kacang hijau, yang biasanya menanam kedelai.

Ia mengatakan, data sampai dengan akhir Agustus sudah tercatat dan dilaporan Kostratani seluas 1718 hektare. Angka yang tidak sedikit untuk luasan komoditas kacang hijau, hampir 85% dari seluruh lahan sawah di Kecamatan Cawas, yaitu 2136 hektere.

"Peningkatan luas tambah tanam kacang hijau menunjukan adanya ketertarikan petani sekaligus menyisiasati kondisi bahwa dengan terbatasnya sumber air petani tetap bisa berproduktif," ujar Tut Wuri.

"Berdasarkan kondisi tersebut penyuluh melalui program Kostratani siap mendukung dan mengawal yang selanjutnya dapat dilakukan evaluasi bersama antara petani dan penyuluh untuk perbaikan usaha tani yang akan datang," tegasnya.

Dibeberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian akan lebih maju dan mandiri bila diolah menggunakan teknik yang lebih modern.

"Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita," ujar Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedy Nursyamsi mengatakan, pertanian tidak boleh berhenti ditengah pandemi COVID-19 ini.

"Seluruh petani dan pelaku utama pertanian agar selalu melakukan inovasi teknologi pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang spesifik lokasi, pengendalian OPT dan penanganan panen dan pasca panen yang baik dan tepat. Tak hanya itu, petani pun harus mampu menbaca peluang sesuai tren yang ada," ujar Dedi.

TAGS : Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten Jawa Tengah Kacang Hijau Musim Tanam Tiga




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :