Minggu, 25/10/2020 12:01 WIB

Berdamai dengan Israel, UEA: Kami Belum Meninggalkan Palestina

Kesepakatan tersebut menawarkan kesempatan bagi Palestina dan masyarakat Timur Tengah untuk dapat melewati pesimisme sebelumnya dan memiliki masa depan yang lebih optimis.

Bendera Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Israel dan Bahrain berkibar. (Foto: AFP)

Abu Dhabi, Jurnas.com - Direktur perencanaan kebijakan di Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Emirat (UEA), Jamal Al-Musharakh mengatakan, kesepakatan bersejarah antara UEA dan Israel akan menciptakan lingkungan baru untuk mencapai perdamaian.

Al-Musharakh mengatakan, UEA tetap berkomitmen untuk kepentingan Palestina dan solusi dua negara. "Kami belum meninggalkan orang Palestina," katanya kepada Arab News.

"Dengan keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam proses perdamaian ini, percakapan bisa lebih jujur. Peluang dan perbedaan bisa didiskusikan. Ini adalah inti dari dialog - bahwa kita benar-benar bisa melewati ketidakjelasan sebelumnya," sambungnya.

Al-Musharakh memastikan, seluruh wilayah akan mendapat manfaat dari kesepakatan UEA-Israel, yang akan ditandatangani minggu ini di Gedung Putih. "Ada banyak optimisme dan harapan dalam kesepakatan ini," kata Al-Musharakh.

"Ini pergeseran strategis. Kesepakatan itu memberikan pandangan yang lebih optimis tentang masa depan, dan akan menghasilkan manfaat bagi semua orang di kawasan, termasuk Palestina. Tapi Palestina perlu terlibat dalam proses perdamaian itu sendiri," tambahnya.

"Landasan kesepakatan itu didasarkan pada optimisme dan harapan," tambahnya. “Daerah itu butuh harapan. Telah melalui banyak kekacauan dan keputusasaan," ujarnya.

Ia mengatakan, kesepakatan tersebut menawarkan kesempatan bagi Palestina dan masyarakat Timur Tengah untuk dapat melewati pesimisme sebelumnya dan memiliki masa depan yang lebih optimis.

"Kesepakatan itu akan menghadapi semua tantangan," katanya, menambahkan bahwa UEA mengejarnya atas desakan para pemimpin dari Timur Tengah dan komunitas internasional.

"Komunitas internasional prihatin dengan Israel yang mencaplok tanah Palestina," katanya. "Ada banyak upaya menjangkau kami menggunakan upaya diplomatik kami untuk mencapai titik yang akan mempertahankan solusi dua negara dan dengan demikian menghentikan aneksasi."

Kesepakatan UEA-Israel datang 27 tahun hampir sehari setelah Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin dan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat berjabat tangan pada 13 September 1993 di Gedung Putih.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan menjadi tuan rumah upacara penandatanganan perdamaian serupa minggu ini di Gedung Putih antara Israel, UEA dan Bahrain, yang juga mengumumkan kesepakatan dengan Israel.

Al-Musharakh mengatakan tidak dapat memberikan rincian penandatanganan tersebut, tetapi menekankan bahwa kesepakatan UEA-Israel menciptakan lingkungan di Timur Tengah di mana perdamaian sejati dapat dicapai.

"UEA adalah rumah bagi lebih dari 200 negara. Kami berharap dapat memajukan bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, dan kebutuhan masyarakat, tidak hanya di UEA tetapi juga di wilayah ini. Perjanjian ini tentang wilayah," ujarnya.

Ia juga mengatakan, UEA akan merayakan ulang tahun ke-50 tahun ini dan akan menjadi tuan rumah mega-event global Expo 2020 Dubai, yangditunda hingga tahun depan karena pandemi virus corona (COVID-19).

Pejabat Expo mengatakan tanggal pembukaan baru adalah 1 Oktober 2021, dan itu akan berlanjut hingga Maret 2022. "Israel akan menjadi bagian dari Expo 2020, dan kami menantikannya," kata Al-Musharakh.

Dalam mengumumkan Expo, UEA berjanji untuk fokus pada keinginan kolektif untuk pemikiran baru guna mengidentifikasi solusi bagi beberapa tantangan terbesar di zaman ini. Menurutnya, kesepakatan perdamaian ini sebagai hasil dari pemikiran yang bersemangat.

"Kesepakatan itu mendapat dukungan internasional yang luas. Ada pengakuan yang jelas atas tujuan kami untuk melindungi solusi dua negara dan memajukan kemakmuran umum. Pesannya tetap penuh harapan. Solusi akhirnya ada di tangan Palestina dan Israel sendiri," katanya.

Ia menegatakan, bahwa UEA berkomitmen, dan akan selalu berkomitmen kepada rakyat Palestina dalam memajukan upaya perdamaian untuk keuntungan kawasan.

"Kami tidak akan pernah meninggalkan orang Palestina. Mereka penting dan kami mendukung hak mereka. Kami mendukung solusi dua negara. Kami berkomitmen pada keputusan Arab tentang Palestina," ujarnya.

TAGS : Uni Emirat Emirat Timur Tengah Jamal Al-Musharakh Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :