Senin, 21/09/2020 03:06 WIB

Pedet Belgian Blue Lahir Melalui Operasi Caesar di Balitnak Ciawi

Sebelumnya di Balitnak sudah ada empat ekor sapi Belgian Bluemurni hasil TK, hingga saat ini Balitnak memiliki lima ekor sapi Belgian Blue murni dengan jumlah empat jantan dan satu betina.

Pedet belgian blue. (Foto: Balitbangtan)

Jakarta, Jurnas.com - Seekor pedet Belgian Blue, yang murni hasil transfer embrio (TE) lahir di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Minggu, (6/9). Pedet Belgian Blue berjenis kelamin jantan ini lahir dengan bobot 67 kg melalui operasi caesar.

"Pedet yang baru lahir ini diberi nama Wisanggeni, diambil dari nama anak Arjuna yang berotot kekar seperti Belgian Blue," jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembanga Peternakan, Agus Susanto.

Sebelumnya di Balitnak sudah ada empat ekor sapi Belgian Bluemurni hasil TK, hingga saat ini Balitnak memiliki lima ekor sapi Belgian Blue murni dengan jumlah empat jantan dan satu betina.

Hal ini seakan menjawab permintaan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung di Balitnak beberapa waktu yang lalu. Saat itu, ia meminta agar riset peternakan dapat mendukung upaya kecukupan pangan di masa mendatang.

Syahrul juga menginginkan supaya ternak unggulan ini dapat juga dikembangkan untuk dibudidayakan di luar Jawa, khususnya di Papua dan Kalimantan.

"Saya melihat ini sudah bagus. Persilangan sapi harus diciptakan dan adaptif terhadap lingkungan kita. Untuk pengembangan kedepan daerah Papua sangat potensial sebagai rencana sentra ternak lokal," ujar Syahrul.

Pada kesempatan yang lain, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyampaikan, Balitbangtan harus berkontribusi lebih besar lagi terhadap program kementan, terutama terkait dengan tugas dan fungsi Balitbangtan, yaitu program akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan produksi benih/bibit.

Menurut Fadjry, Balitbangtan sebagai lembaga riset terus mendukung program Kementerian Pertanian dalam mewujudkan pencapaian ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak.

"Berbagai riset dilakukan untuk menghasilkan bibit sapi unggul yang menghasilkan daging lebih banyak dan berkualitas, salah satunya melalui pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia dan masih banyak yang lain." tegasnya.

Belgian Blue adalah sapi yang didatangkan dari Belgia pada 2017. Belgian Blue merupakan sapi tipe pedaging yang bobotnya dapat mencapai 700 kg–1 ton. Bobot sapi Belgian Blue ini dikarenakan adanya mutasi gen Myostatin. Gen myostatin adalah gen pertumbuhan dan berfungsi menekan pertumbuhan otot.

Pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia merupakan wujud pengembangan sapi baru di Indonesia dalam upaya meningkatkan kecukupan daging sapi, karena karkas sapi Belgian Blue ini dapat mencapai 73%.

Beberapa keuntungan yang diperoleh karena, terjadinya mutasi gen myostatin pada sapi Belgian Blue, yaitu perototan yang luar biasa sehingga meningkatkan jumlah karkas dengan kandungan lemak pada daging yang rendah.

Selain itu di Balitnak juga ada BB-cross, yaitu sapi persilangan antara Belgian Blue dengan sapi Friesien Holstein (FH) sebanyak 13 ekor. Pada bulan September 2020 juga direncanakan akan lahir lagi sapi-sapi BB-cross sebanyak empat ekor dengan cara lahir alami.

Perkawinan sapi, dapat dilakukan dengan cara kawin alam, Inseminasi buatan (IB) dan TE. IB adalah memasukkan semen beku yg sudah di ‘thawing’ ke saluran reproduksi sapi betina menggunakan Gun-IB.

Sedangkan TE yang memasukkan embrio ke saluran reproduksi. Persilangan BBxFH adalah mengawinkan induk sapi FH dengan cara IB menggunakan sperma Belgian Blue.

TAGS : Inovasi Pertanian Balitnak Ciawi Belgian Blue Fadjry Djufry




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :