Rabu, 21/10/2020 03:05 WIB

212 Calon Kepala Daerah Ikuti Sekolah PDIP, Didominasi non-Kader

Politik kerjasama, politik gotong royong.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam Webinar bertema Pancasila dan Keadilan Sosial

Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 212 calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah ikut dalam sekolah partai PDI Perjuangan, yang akan dibuka oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara telekonferensi, Minggu (13/9/2020).

Menariknya, dari 212 peserta sekolah partai III, sebanyak 184 orang adalah non-kader PDIP sedangkan sisanya 28 orang adalah kader.

"Berbeda dengan gelombang l dan ll, kali ini peserta memang didominasi nonkader. Sekolah partai kepada non-kader bentuk keseriusan PDI Perjuangan menghadapi Pilkada 2020 dengan membekali para pasangan calon yang diusung dengan sejumlah materi terkait tata kelola pemerintahan yang baik dan pemateri yang berprestasi saat memimpin daerah," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto,

Mengapa non-kader ikut Sekolah Partai? Hasto menjelaskan bahwa politik PDIP itu politik kerjasama, politik gotong royong.

Bagi PDI Perjuangan, jelas Hasto, politik kerakyatan memerlukan kerjasama dengan semua pihak, bagaimana membumikan Pancasila sebagai ideologi, regulasi hukum, kebijakan, program, dan tuntunan perilaku berbangsa dan bernegara.

Meski yang ikut sebagian besar nonkader, bahkan anggota Partai lain, lanjut Hasto, namun karena didukung oleh PDI Perjuangan maka setidaknya ada gelombang dan frekuensi sama terkait Pancasila, UUD NRI, NKRI, dan Kebhinnekaan Indonesia.

"Bukankah berpolitik itu menebar kebaikan. Dengan demikian, sekiranya keberhasilan kepala daerah yang berasal dari kader PDI Perjuangan menjadi contoh bagi pihak lain, itu kan bagus. Artinya PDI Perjuangan menyiapkan model dan best practices yang bisa diterapkan oleh pihak lain," beber Hasto penuh semangat.

Berdasarkan data dari panitia Sekolah Partai, sejumlah petahana yang ikut pada gelombang ketiga ini yaitu: gubernur (2 orang), bupati (22 orang), wakil bupati (20 orang), wali kota (2 orang) dan wakil wali kota (4 orang).

Peserta Sekolah Partai sebagaimana gelombang l dan ll juga diikuti dari berbagai tingkatan pendidikan. Terdapat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari S3, S2, S1, D3 hingga SMA.

"Selengkapnya terkait teknis penyelenggaraan, nanti Kepala Sekolah Pak Komarudin Watubun akan melaporkan saat pembukaan," pungkas Hasto.

TAGS : Pilkada Sekolah Partai Megawati Soekarnoputri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :