Sabtu, 06/03/2021 19:44 WIB

PSBB Tuai Pro Kontra, PDIP: Kepala Daerah Jangan Grasa-Grusu

Tidak boleh grusa-grusu, atau asal ambil keputusan, terlebih hanya untuk pencitraan, atau demi kesan ketegasan.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta, Jurnas.com - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta menuai pro dan kontra. Namun bagi PDI Perjuangan yang terpenting masalah rakyat terselesaikan, dan jangan grasa-grusu dalam mengambil kebijakan.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam situasi pandemi seperti ini seluruh kader, khususnya para kepala daerah dilarang membuat keputusan tanpa pertimbangan matang.

"Tidak boleh grusa-grusu, atau asal ambil keputusan, terlebih hanya untuk pencitraan, atau demi kesan ketegasan. Kepala daerah PDI Perjuangan wajib kedepankan kepentingan rakyat dan ambil keputusan secara bijak, solutif, dan mudah dijalankan secara masif," ujar Hasto, Sabtu (12/9/2020).

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh tiga pilar Partai (struktural, eksekutif, dan legislatif) menjalankan tugas untuk menyelesaikan masalah rakyat, membangun harapan, dan dorong optimisme masa depan.

Sejak awal ketika pandemi Covid ini terjadi, Ketua Umum PDI Perjuangan telah memberikan lima instruksi pokok. Pertama. Patuhi protokol pencegahan penyebaran virus. Jaga jarak 2 meter, pakai masker dan rajin cuci tangan.

"Kesemuanya bersifat wajib. Instruksi ini perlu disiplin total," tegas Hasto.

Kedua, tingkatkan imunitas tubuh dengan makan sayur dan buah yang kaya vitamin. Daun kelor, jeruk dan kulitnya, buah jambu merah, tomat, bayam, belimbing, daun pohom asam dan lainnya adalah contoh buah dan sayur-sayuran yang mudah di tanam.

"Tidur cukup, olah raga, dan minum jamu-jamuan," lanjut Hasto.

Ketiga, realokasi anggaran untuk rakyat miskin. Kedepankan program padat karya, dapur umum, dan perkuat usaha ekonomi rumah tangga.

Keempat, gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan. Adanya tanah, air, dan matahari itu elemen penting untuk pertumbuhan tanaman. Kelima, perkuat gotong royong, hadirkan politik penuh wajah kemanusiaan.

Berkaitan dengan gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan, program tsb dipimpin oleh Tri Rismaharini wali kota Surabaya bersama dengan Sadar Restu Wakil Sekjen PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan. Monitoring dilakukan sebulan dua kali.

"Dalam hal di tengah pandemi ini ada pihak-pihak tertentu yang justru melakukan provokasi demi kekuasaan, mengambil sikap konfrontif, dan tidak mau bekerja sama untuk rakyat, maka hal-hal tsb tidak usah dihiraukan. Kerja untuk rakyat adalah skala prioritas terpenting," tuntas Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan.

TAGS : Pembatasan Sosial Berskala Besar Tiga Pilar Partai Grasa Grusu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :