Sabtu, 24/10/2020 21:46 WIB

DPR Sepakat Anggaran BKPM 2021 Ditambah Rp100 Miliar

BKPM menggandeng serta memprioritaskan kemitraan bersama para pengusaha lokal.

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM

Jakarta, Jurnas.com - Komisi VI DPR sepakat untuk menyetujui usulan penambahan anggaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2021 sebesar Rp100 miliar

Kesepakatan itu diambil setelah Komisi VI DPR menghelar rapat maraton bersama Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, sejak Rabu hingga Kamis, 9-10 September 2020.

BKPM sendiri mengajukan tambahan anggaran hanya sebesar Rp509 milliar. Tambahan anggaran ini antara lain diperuntukkan bagi relokasi perusahaan-perusahaan beserta pabrik yang mau pindah investasi dari Tiongkok dan beberapa negara lain ke Indonesia.

Dalam rapat kerja (raker) sesi kedua itu, pertanyaan datang dari Anggota Komisi VI Ananta Wahana. Di dalam sesi pendalaman rapat, legislator dari Dapil Banten III itu angkat bicara dan mengingatkan Kepala BKPM, bahwa investasi pembangunan di Indonesia saat ini menghadapi masalah pelik.

Ananta menyebut saat ini sedikitnya 59 negara telah mengisolasi Indonesia terkait pandemi Covid 19. Artinya, WNI tidak diperbolehkan masuk ke negara-negara tersebut, dan mereka melarang warga negaranya datang ke Indonesia.

Bahkan media internasional, Reuters, menyebut Indonesia merupakan negara yang gelombang pertama Covid 19 masih terus membesar. Sementara, negara lain rata-rata sudah melandai, dan bersiap mengantisipasi gelombang kedua penularan.

Menurut Ananta, situasi ini bisa berdampak buruk bagi iklim investasi di Indonesia. Ia pun mempertanyakan efektivitas investasi yang tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.

Ananta menyebutkan bahwa di Banten banyaknya investasi langsung tidak serta merta mengangkat taraf hidup masyarakat, dan peningkatan serapan tenaga kerja.

"Faktanya Banten masih menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terbuka terbanyak se-Indonesia, dan pasti bertambah di masa pandemi ini," tegasnya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dengan tanggap merespon permasalahan yang diangkat oleh wakil rakyat dari Banten itu. Bahlil mengucapkan terima kasih atas permasalahan penting yang diangkat Ananta.

Bahlil yang mantan aktivis HMI menegaskan hampir rata-rata investasi untuk tahun depan modalnya sudah masuk ke Indonesia.

Kalau para investor membatalkannya, tegas Bahlil, maka mereka sendiri yang akan merugi. Makanya ia yakin bahwa investasi yang sudah masuk itu akan tetap berjalan di tengah pandemi Covid 19.

Kepala BKPM juga merespon bahwa saat ini tidak lagi menggunakan paradigma investasi terdahulu. Dulu memang investasi tidak berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar.

Namun, BKPM sekarang mengambil kebijakan baru yaitu dengan menggandeng serta memprioritaskan kemitraan bersama para pengusaha lokal.

"Hal inilah yang membuatnya yakin bahwa ke depannya setiap investasi di Indonesia akan dengan sendirinya mengangkat taraf hidup masyarakat setempat," tukas Bahlil Lahadalia.

TAGS : Ananta Wahana Bahlil Lahadalia Badan Koordinasi Penanaman Modal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :