Sabtu, 05/12/2020 16:18 WIB

Hingga Juli 2020, Belanja Negara Capai Rp1.252 Triliun

Belanja pemerintah pusat yaitu Rp 793,6 triliun atau 40% dari total belanja di dalam Perpres 72/2020

Sri Mulyani saat membacakan laporan pada pembukaan Rapat Paripurna DPR RI

Jakarta, Jurnas.com - Hingga akhir Juli 2020, belanja negara hanya tumbuh tipis 1,3% dibandingkan periode yang sama pada 2019 yaitu capai Rp1.252,4 triliun atau 45,72% dari total pagu Perpres 72/2020 sebesar Rp 2.739,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja pemerintah pusat yaitu Rp 793,6 triliun atau 40% dari total belanja di dalam Perpres 72/2020. Jumlah ini hanya tumbuh 4,2% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 9,2%.

Dari belanja pemerintah pusat, belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 419,6 triliun atau 50% dari total yang ada di Perpres 72/2020, di mana pertumbuhannya datar 0%.

Sedangkan belanja non K/L Rp 374 triliun atau 32,8% (dari target penyerapan Rp 1.138,9 triliun). Naik cukup besar yaitu 9,5% karena banyak program PEN memang dimasukan di dalam pos belanja non K/L.

"Jadi, ini yang menyebabkan belanja non K/L akan mengalami kenaikan. Kalau dilihat posnya kan Rp 1.138,9 triliun itu naik luar biasa dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 778,9 triliun," kata Sir Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Agustus 2020, Selasa (25/8/2020).

Adapun Transfer Ke Daerah (TKD) dan Dana Desa (DD) sudah terealisasi Rp 458,8 triliun atau 60% dari total transfer yang ada di Perpres 72/2020 sebesar Rp 692,7 triliun. Realisasi ini negatif 3,4% dibandingkan realisasi pada Juli 2019.

"Transfer ke daerah mengalami kontraksi 5,1% yaitu Rp 410 triliun, meskipun dari sisi persentase sudah mencapai 59,3%," katanya.

Sementara, realisasi defisit APBN hingga akhir Juli 2020 mencapai Rp 330,17 triliun atau sekitar 2,01% PDB. Realisasi pembiayaan anggaran hingga Juli 2020 sudah mencapai Rp 502,97 triliun (48,40% dari pagu Perpres 72/2020), terutama bersumber dari pembiayaan utang.

Realisasi pembiayaan utang mencapai Rp519,22 triliun, terdiri dari Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp 513,41 triliun dan realisasi pinjaman (neto) sebesar Rp 5,81 triliun.

Di sisi lain, Pemerintah juga telah merealisasikan pengeluaran pembiayaan investasi sebesar Rp16,50 triliun, yang pencairan PMN kepada BUMN sebesar Rp 9,50 triliun dan investasi kepada BLU sebesar Rp 7,00 triliun.

 

TAGS : Sri Mulyani Belanja Negara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :