Sabtu, 24/08/2019 00:30 WIB

Dua Anak Perempuan akan Jadi Menteri Sehari

Calon menteri sehari itu diseleksi lewat ajang kompetisi video blog www.becauseiamagirl-indonesia.org yang digelar Plan International Indonesia, bekerja sama dengan Kompas TV dan Jurnas.com.

Menteri PPPA Yohana Yambise berpose bersama anak-anak dampingan Plan International Indonesia.

Jakarta – Dua anak perempuan Indonesia akan mendapatkan kesempatan menjadi menteri sehari, pada Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl), yang dirayakan setiap 11 Oktober.

Pada perayaan tahun ini, Plan International Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mengadakan event `Girl Leadership: Sehari Jadi Menteri.`

“Dua anak perempuan terpilih akan memerankan jabatan menteri di KPPPA dan Kemnaker, menggantikan posisi Yohana Yembise sebagai Menteri PPPA dan Hanif Dhakiri sebagai Menaker. Kedua menteri itu setuju memberikan kesempatan kepada anak perempuan Indonesia untuk belajar memimpin,” kata Country Director Plan International Indonesia, Mingming Remata Evora, di Jakarta, Kamis (21/9).

Mingming menjelaskan, sang menteri cilik yang berusia 15-18 tahun ini akan memimpin rapat, layaknya rapat di kementerian, yang membawahi sejumlah deputi atau dirjen. Mereka akan mengangkat persoalan terkait anak perempuan di Indonesia.

Calon menteri sehari itu diseleksi lewat ajang kompetisi video blog www.becauseiamagirl-indonesia.org yang digelar Plan International Indonesia, bekerja sama dengan Kompas TV dan Jurnas.com.

Sementara itu, dalam sebuah kesempatan bersama Plan International Indonesia, Menteri Yohana Yembise menyatakan dukungannya terhadap event ‘Girl Leadership: Sehari Jadi Menteri’. Event ini adalah bagian dari gerakan pemberdayaan anak perempuan bertajuk ‘Because I Am A Girl’ atau BIAAG Movement, yang digagas Plan International.

“BIAAG Movement sejalan dengan misi pemerintah, yang mendorong anak perempuan untuk tampil dan berprestasi di berbagai bidang. Kita harus buka kesempatan seluas-luasnya bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, dan berkembang dengan potensi maksimalnya. Hal ini membantu kita mempersiapkan, baik anak laki-laki maupun perempuan, untuk menjadi pemimpin yang kelak akan memimpin bangsa ini,” kata Yohana.

Menurutnya, Hari Anak Perempuan Internasional bisa dijadikan momentum untuk menunjukkan komitmen semua pihak, terkait upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan di Indonesia.

Kesempatan jadi menteri sehari di KPPPA dan Kemnaker ini terbuka bagi semua anak di Indonesia. Anak-anak yang termarjinalkan, tak terkecuali anak berkebutuhan khusus juga didorong untuk ikut kompetisi ini. Mereka yang terpilih mendapat kesempatan kunjungan belajar ke luar negeri.

 

TAGS : Menteri sehari Plan Indonesia




TERPOPULER :