Kamis, 01/10/2020 14:32 WIB

Presiden Anugerahi Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama Pada Basarah

Pendapat Ahmad Basarah itu sudah melewati uji akademis yang sahih dan kredibel.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo. (13/08)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menganugerahkan  Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Wakil Ketua MPR RI Dr. Ahmad Basarah dan beberapa tokoh nasional lainnya termasuk Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/8/20).

Tanda kehormatan ini diberikan lewat Keputusan Presiden RI No. 52/TK/Tahun 2020 tanggal 22 Juni 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa.

‘’Saya merasa tanda kehormatan berupa Bintang Jasa Utama ini, sesuai namanya, adalah sebuah penghormatan bukan hanya untuk saya pribadi tetapi juga untuk lembaga MPR dan PDI Perjuangan partai politik tempat saya berjuang. Untuk itu saya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan semua pihak yang telah mempertimbangkan saya layak menerima anugerah yang besar ini." ujar Ahmad Basarah usai menerima penganugerahan tanda kehormatan di Istana Negara.

"Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hajjah Megawati Soekarnoputri, yang telah memberi saya banyak kepercayaan dan tanggungjawab dalam berkarya untuk bangsa dan negara,’’ kata Ahmad Basarah

‘’Ahmad Basarah kan selama ini memang lebih dikenal sebagai politisi yang sangat menaruh perhatian terhadap persoalan ideologi negara. Ia bukan hanya meluangkan waktu untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai salah satu tugas pimpinan MPR RI, tapi juga rajin dan tekun mengkaji dan meneliti Pancasila  secara komprehensif. Saya mencatat, selama Juni 2020 atau yang disebut dengan Bulan Bung Karno yang baru lalu saja, Ahmad Basarah mengadakan lebih dari 20 kali Webinar dengan sejumlah forum dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia dari pagi sampai malam tentang ideologi negara ini,’’ kata Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. 

Menurut Direktur Stratejik Indo Survey & Strategy itu, keberhasilan Ahmad Basarah meraih gelar doktor dalam ilmu hukum tata-negara dari Universitas Diponegoro Semarang pada Desember 2016 menjadi bukti keseriusannya mendalami Pancasila.

Untuk mendapatkan gelar prestisius itu, Basarah mengajukan desertasi berjudul "Eksistensi Pancasila Sebagai Tolok Ukur Dalam Pengujian Undang-Undang Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Mahkamah Konstitusi: Kajian Perspektif Filsafat Hukum Dan Ketatanegaraan".

‘’Dalam desertasinya yang diuji oleh Guru Besar dari lima Perguruan Tinggi, dan dua orang di antaranya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yakni, oleh Prof. Dr. Mahfud MD dan Prof Dr, Arief Hidayat, Basarah  menyelidiki latar belakang historis, filosofis dan kedudukan hukum Pancasila sebagai sumber dari segala sumber pembentukan hukum nasional maupun tolok ukur pengujian UU di Mahkamah Konstitusi (MK). Ini sungguh sebuah novelty yang luar biasa,’’ tegas Karyono.

Mantan Ketua MK Prof Arief Hidayat mencermati bahwa teori Ahmad Basarah tentang proses kelahiran Pancasila itu merupakan landasan berpijak yang bersifat ilmiah bagi dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Joko Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.  ‘’Pendapat Ahmad Basarah itu sudah melewati uji akademis yang sahih dan kredibel. Karena itu wajar jika teori itu dijadikan dasar untuk membuat sebuah kebijakan,’’ jelas Arief Hidayat.

Sebelum terjun di kancah  politik praktis, pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1968, Ahmad Basarah yang akrab dipanggil dengan nama Baskara ini dikenal sebagai politisi berlatarbelakang aktivis gerakan mahasiswa.

Ketika menjadi Sekretaris Jenderal Presidium GMNI antara 1996 – 1999, putera almarhum Soeryanto, seorang Purnawirawan Polri, ini aktif dalam gerbong reformasi menurunkan rezim Orde Baru. Pengalaman organisasinya  diperkuat dengan pendidikan formalnya hingga memperoleh Doktor di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro membuat ketrampilan politik Basarah semakin terasah.

Basarah pernah menjadi formatur pembentukan sayap Islam PDI Perjuangan dan sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia pada 2007 sampai sekarang.

Karir politiknya terus meroket katika ia masuk ke dalam lingkaran Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Pada Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Basarah dipilih oleh Megawati untuk menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan masa bhakti 2019 – 2024.

Sebagai salah satu pakar Pancasila, Basarah juga mengasah pemikiran-pemikiran akademisnya dengan mengajar di program paska sarjana beberapa perguruan tinggi, di antaranya di Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Brawijaya Malang, Universitas Jember dan lain-lain.

Ia kerap menjadi narasumber dan terlibat dalam diskusi serta seminar yang diadakan BPIP. Ia sering menyampaikan pokok-pokok pikiran yang dijadikan rujukan oleh lembaga tersebut. Melalui mimbar BPIP, Basarah juga menegaskan pentingnya Pancasila dibumikan dan dijadikan ideologi yang dapat bekerja di tengah bangsanya sendiri.

PENGALAMAN ORGANISASI

-    Sekjen Presidium GMNI 1996-1999
-    Sekjen Presidium Persatuan Alumni GMNI 2006-2015
-    Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI 2015-2020
-    Pendiri dan Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia 2007-sekerang
-    Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan 2010-2019
-    Ketua DPP PDI Perjuangan 2019-2024
-    Dewan Penasihat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama 2012-2020
-    Pimpinan Lazis PBNU 2015-2020
-    Ketua Dewan Pertimbangan Pusat GM FKPPI 2019-2024

PENGABDIAN

-    Anggota DPR/MPR Fraksi PDI Perjuangan (1999-2004, 2009-2014 dan 2014-2019, 2019-2024)
-    Anggota Komisi I DPR RI (1999-2004)
-    Anggota Komisi III DPR RI (2009 –2014, 2014-2019)
-    Anggota Komisi X DPR RI (2019-2024)
-    Anggota Badan Legislasi DPR RI (2020-2024)
-    Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan MPR RI (2009 –2014)
-    Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi 4 Pilar MPR RI (2009 –2014)
-    Anggota Tim Kerja Kajian Sistem Ketatanegaraan Indonesia MPR RI (2009 –2014)
-    Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI (2014 –2019 dan 2019-2024)
-    Ketua Badan Sosialisasi MPR RI (2014-2019)
-    Wakil Ketua MPR RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Negara (2014-2019)
-    Ketua Panitia Ad Hoc I Haluan Negara MPR RI (2018-2019)
-    Wakil Ketua MPR RI (2014-2019 dan 2019-2024)
-    Dosen Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) (2018 – Sekarang)
-    Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (2019-Sekarang)
-    Dosen pascasarjana Universitas Brawijaya Malang (2019 – sekarang)
-    Dosen pascasarjana Universitas Jember (2020-sekarang)
-    Narasumber Utama Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (2012- Sekarang)
-    Narasumber BPIP (2018 – sekarang)

KARYA ILMIAH

-    Historitas dan Spiritualitas Pancasila, Penerbit Fraksi PDI Perjuangan MPR, 2012.
-    Artikel Ilmiah Kajian Teoritis Terhadap Auxiliary State Organ Dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia, Jurnal Masalah-Masalah Hukum Universitas Diponegoro (Junal Terakreditasi Dikti), Jilid 43 Nomor 1 Januari 2014.
-    Konsensus MPR RI Periode 2009-2014 Terhadap Sejarah dan Eksistensi Pancasila Sebagai Dasar Negara, Jurnal Majelis, 2014.
-    Bung Karno, Islam dan Pancasila, Penerbit Konstitusi Press, Mahkamah Konstitusi RI,  2017
-    Berbagai opini di media nasional (Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan, dll).
-    Menulis epilog buku Menggugat Neoliberalisme (Sebuah Kritik George Soros), penulis Robertus Werdi, Penerbit Asia Media, 2018.

PENGHARGAAN

-    Penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat Yang Berjasa Kepada Bangsa Dan Negara Dalam Mengembangkan Kehidupan Organisasi Kemasyarakatan dari  Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tahun 2015
-    Penghargaan sebagai Legislastor Terbaik dari Panggung Indonesia Tahun 2017
-    Penghargaan sebagai Best Achiever In Legislator dari Majalah Mens Obsession Tahun 2018
-    Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama 2020

TAGS : Kinerja MPR Ahmad Basarah Bintang Jasa Utama Pancasila




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :